Raih Penghargaan GPA PWI Gresik 2025, Jazilul Fawaid: Ini Memacu Untuk Terus Berkarya dan Melayani Rakyat  

avatar Ali Sugiarto
Ketua DPRD Gresik, M Syahrul Munir memberikan sambutan dalam GPA. (ist)
Ketua DPRD Gresik, M Syahrul Munir memberikan sambutan dalam GPA. (ist)

GRESIK | B-news.id - Dr H Jazilul Fawaid, S.Q.,M.A meraih penghargaan Giri Pancasuar Award (GPA) tahun 2025. Penghargaan kepada Ketua Fraksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, sebagai Legislator Inspiratif Asli Gresik. 

Penghargaan ini, merupakan kegiatan rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Gresik. 

Baca Juga: Elvita Yuliati Vetty Tekankan Perempuan Harus Berani Bersuara Ketika Mengalami Kekerasan

Dalam sambutannya, Gus Jazil sapaan akrabnya mengaku seperti mimpi atas prestasi dan penghargaan yang diberikan oleh Pwi Gresik. 

“Saya merasa betul-betul orang Gresik. Penghargaan ini memacu saya untuk terus berkarya, dan melayani. Bukan puncak prestasi saya, tapi awal prestasi saya dan akan dibuktikan,”ucap politisi yang mengharumkan nama Gresik di Kanca Nasional itu. 

Menurut dia, Gresik menjadi salah satu kota teladan yang memiliki potensi luar biasa. Karena sudah ditetapkan sebagai kota Industri. 

Dari status ini, pria asal Pulau Bawean, Gresik ini, merintis kampus Universitas Sunan Gresik. Hal tersebut tidak lepas dari panggilan dan niat memberikan kontrubusi kepada kemajuan daerah. 

“Kalau dunia satpam, serta persewaan kos dan kontrakan banyak di Gresik. Namun, dari naskah akademik di Pemerintahan, hingga manajer di Industri di Gresik berasal dari luar Gresik,”tandasnya. 

Untuk itu Gus Jazil mengajak kepada insan pers beserta Pemerintah, bangga dengan Kabupaten Gresik. Dengan meningkatkan keilmuan salah satunya dengan perintisan Universitas Sunan Gresik. 

“Bagi saya Gresik ini inspirasi, Universitas Sunan Gresik ini harus terus diperjuangkan. Terus terang saya tidak membuka banyak fakultas agama, bukan berarti tidak suka. Namun, yang kurang di Indonesia, masih kurang fakultas teknik, matematik, teknologi, dan Art,” jelas legislator RI Dapil Lamongan - Gresik itu. 

Dalam perjalanannya, lanjut dia, Universitas Sunan Gresik membuka 16 prodi sekalian, dengan dua Kampus. Kampus pertama di Ponpes Sunanul Muhtadin, Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Gresik, dan kampus merak di Jalan Kiai Syafi'i, Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

“Mari kita bersama-sama besarkan kampus Sunan Gresik, saya ingin rintisan ini langsung besar. Lantaran Sunan Gresik ini wali pertama, seperti kampus wali songo lainnya yang sudah berdiri,”ujarnya. 

Sekedar informasi, Dr. H. Jazilul Fawaid, S.Q.,M.A., adalah putra pulau Bawean yang lahir pada 5 Desember 1971. Sejak kecil, Gus Jazil diasuh kedua orang tuanya, H M. Sunan Hamli dan Hj Insija, dengan pendidikan agama yang kuat. 

Baca Juga: DPRD Gresik Teken MoU dengan Baznas, Zakat untuk Siswa hingga Bedah Rumah

Pendidikan dasarnya dienyam di sekolah di SDN 1 Daun Timur selama dua tahun yang kemudian dilanjutkan di Madrasah Ibtidaiyah Ma'rif Islamiyah, Kertosono, Gresik, mengikuti orang tuanya yang pindah ke Gresik.

Selepas pendidikan dasar, Jazil menamatkan pendidikannya di tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah 'Aliyah sambil menimba ilmu agama di Ponpes Ihya'ul Ulum, Gresik.

Di bawah asuhan KH. Ma'shum Sufyan, la digembleng menjadi santri yang rajin dan sholeh. Kemudian Jazil pun hijrah ke Jakarta dan melanjutkan pendidikan Strata Satu di Institute Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) dengan menyabet gelar Sarjana Al Quran (SQ) pada tahun 1998. Serta berhasil menyelesaikan program magisternya di Institut Ilmu Al Quran Jakarta (IIQ) tahun 2012.

Semasa muda, Jazil dikenal sebagai akademis dan aktifis. la tercatat pernah menjadi dosen di STAINU Jakarta atau sekarang UNU (Uniersitas Nahdlatul Ulama) dan juga aktif di berbagai organisasi. Dari ketua Komisariat PMII kebayoran lama, Ketum PMII Cabang Jakarta Selatan, Ketua Gerakan Pemuda Anshor, dan kini menjadi Dewan Pembina Lembaga Pengembangan Pertanian PBNU.

Latar belakangnya sebagai santri dan keaktifannya di organisasi NU, menariknya masuk ke dunia politik melalui partai politik yang didirikan oleh para kiai-kiai NU, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Bagi Jazil, berkiprah di panggung politik berarti ikut andil mengelola kebijakan publik di negeri ini. Pengalamannya sebagai staf ahli Wakil Ketua DPR pada tahun 2006-2009 dan Staf Khusus Menakertrans pada 2009-2013 ketika dijabat oleh Muhaimin Iskandar, mengantarkannya ke Senayan.

Baca Juga: DPRD Perjuangkan Pekerja Rentan di Kabupaten Gresik

Plt Bupati Gresik menyerahkan GPA pada Jazilul Fawaid. (ist)

Di periode 2009-2014, DPR RI memanggilnya untuk dilantik menjadi PAW (Pengganti Antar-Waktu) anggota DPR RI dari Fraksi PKB, daerah pemilihan dapil Jatim II (Pasurua -Probolinggo).

Pada pemilu 2014, ia terpilih sebagai legislator dari daerah pemilihan Jatim X (Gresik-Lamongan) dan menjadi salah satu caleg dengan perolehan suara tertinggi secara nasional. Hingga di PKB, Jazil pun diamanatkan menjadi Wakil Ketua Umum bidang pemenangan pemilu 2019-2024.

Di legislatif, Jazil juga pernah mengisi posisi sebagai Wakil Ketua Banggar DPR RI dan plt Ketua Fraksi PKB di periode 2014-2019. Ditengah kesibukannya menjadi politisi, Jazil berhasil melanjutkan pendidikan Strata Tiga di Universitas Negari Jakarta dan mendapatkan gelar Doktor bidang Ilmu Manajemen tahun 2019.

la pun aktif mengkhidmatkan ilmunya dengan membentuk Gerakan Nusantara Mengaji yang telah berhasil mengadakan khataman Al Quran serentak secara internasional dan diikuti lebih dari 4 juta jamaah.

Jazil kembali terpilih menjadi anggota DPR RI dan dilantik sebagai Wakil Ketua MPR periode 2019-2024. Khidmatnya pada negeri adalah pengamalan dari ilmu dan bakti pada para Kiai. (*) 

Berita Terbaru