KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Kota Mojokerto menerima bantuan becak listrik dari Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) sebagai bagian dari program ekonomi hijau yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Sebanyak 20 unit becak listrik disalurkan kepada para tukang becak yang memenuhi syarat, yakni berusia di atas 60 tahun.
Baca Juga: Lagi, Destinasi Wisata Kota Mojokerto Susur Sungai Ngotok
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita, bersama Wakil Wali Kota Rachman Sidharta Arisandi, turut menjajal langsung becak listrik dengan berkeliling di halaman Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk, Magersari, Kota Mojokerto, Selasa (12/3/2024).
Pada kesempatan ini Ning Ita mengungkapkan bahwa seluruh penerima becak listrik kali ini adalah tukang becak yang memang beroperasi di Kota Mojokerto. Namun, ia berharap ada evaluasi terkait batasan usia penerima manfaat.
Baca Juga: Wali Kota Mojokerto Dorong Generasi Muda Adaptif Hadapi Disrupsi Digital
“Kalau batas usia minimal 60 tahun, penerimanya jadi terbatas. Padahal banyak tukang becak di Kota Mojokerto yang usianya sekitar 50 tahun dan mereka juga berminat. Saya sudah menyampaikan usulan agar syarat usia bisa diturunkan,” tuturnya.
Ning Ita juga menyoroti manfaat becak listrik yang lebih hemat dibandingkan becak motor berbahan bakar bensin. Menurutnya, biaya pengisian daya listrik jauh lebih murah, sehingga dapat meningkatkan pendapatan para tukang becak.
Baca Juga: Wali Kota Ning Ita Lantik 78 Pejabat Pemkot, Harapkan Jadi Pemimpin yang Rendah Hati
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penggunaan becak listrik merupakan langkah konkret menuju ekonomi hijau dan pengurangan polusi.
“Jika program ini terus diperluas ke berbagai daerah, maka akan mendukung terciptanya Indonesia yang lebih bersih dan bebas polusi di masa depan,” tutupnya. (*)
Editor : Zainul Arifin