BLITAR |B-news.id – Tim penyelamat yang terdiri dari BPBD Kabupaten Blitar, Polres Blitar, serta para relawan akhirnya berhasil mengevakuasi satu korban longsor di kawasan Sungai Kaliputih, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum.
Korban bernama Rohman (31), warga Desa Modangan, ditemukan Senin (17/2/2025) sekitar pukul 10.15 WIB dan berhasil dievakuasi pada pukul 11.55 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Baca Juga: Wali Santri Sepakati Evakuasi Korban Reruntuhan Mushola Ponpes Al-Khoziny dengan Alat Berat
Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan yang terjal dan kondisi material longsoran yang masih labil. Tim penyelamat harus bekerja ekstra hati-hati untuk menghindari longsor susulan yang berpotensi terjadi di lokasi kejadian.
Selain itu, minimnya sinyal seluler di area tersebut juga menjadi kendala dalam koordinasi penyelamatan.
Sebelumnya, pada Minggu siang, 16 Februari 2025, sekitar pukul 12.00 WIB, terjadi longsor di tebing setinggi 50 meter di kawasan Sungai Kaliputih. Kejadian ini menimpa dua penambang pasir tradisional yang sedang bekerja di lokasi tersebut.
Salah satu korban, Rohman, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.
Longsor tersebut terjadi akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir. Material longsoran berupa pasir dan batu menimbun area sekitar, sehingga menyulitkan proses pencarian korban.
Selain itu, area sungai yang menjadi lokasi kejadian juga rawan banjir, menambah risiko bagi tim penyelamat yang bertugas.
Kepala BPBD Kabupaten Blitar, melalui Operator Pusdalops Saiful, mengatakan, tim penyelamat terus berusaha maksimal dalam proses evakuasi. Mereka menggunakan alat berat dan peralatan manual untuk menggali timbunan material longsor.
"Namun, karena kondisi medan yang sulit, proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak terjadi korban tambahan," ujar Saiful.
Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa sebelum longsor terjadi, terdengar suara gemuruh dari atas tebing. Tak lama kemudian, material tanah, pasir, dan batu besar runtuh dengan cepat, menimbun area kerja para penambang.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung melaporkan ke pihak berwenang untuk meminta bantuan.
Baca Juga: Tragis, Seorang Bocah Hilang Terseret Arus Sungai Saat Bermain Layang-layang di Blitar
Tim BPBD dan tlrelawan berhasil menemukan korban longsor Kaliputih. (ist)
Tim penyelamat yang tiba di lokasi segera melakukan upaya pencarian menggunakan berbagai metode. Namun, cuaca yang kurang bersahabat serta akses yang sulit menjadi hambatan besar.
Warga masyarakat yang berada di lokasi berharap agar pencarian korban lainnya bisa segera membuahkan hasil. Mereka juga meminta agar ada tindakan pencegahan lebih lanjut dari pihak terkait untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Penambangan pasir tradisional di kawasan sungai memang menjadi mata pencaharian utama warga sekitar, tetapi risiko bencana seperti ini harus lebih diperhatikan.
BPBD dan pihak berwenang mengimbau warga untuk lebih berhati-hati saat bekerja di lokasi rawan longsor, terutama saat musim hujan. Mereka juga mengusulkan adanya pemetaan wilayah rawan bencana agar penambang pasir bisa lebih waspada terhadap potensi bahaya.
Hingga saat ini, tim penyelamat masih terus berupaya mencari korban kedua yang belum ditemukan. Mereka berharap cuaca mendukung agar pencarian bisa lebih cepat dilakukan tanpa hambatan besar.
Baca Juga: Tim Gabungan dan BPBD Kab. Blitar Berhasil Evakuasi Korban Tenggelam di Dam Sungai Berut Jatinom
Jika kondisi semakin berisiko, pencarian kemungkinan akan dihentikan sementara hingga situasi lebih aman.
Pihak berwenang juga mengingatkan bahwa kawasan sungai seperti Kaliputih memiliki potensi bencana yang cukup tinggi, terutama saat curah hujan meningkat.
Oleh karena itu, evaluasi terhadap aktivitas penambangan di area tersebut perlu dilakukan guna menghindari jatuhnya korban lebih banyak di kemudian hari.
Masyarakat setempat diharapkan dapat bekerja sama dengan pihak terkait untuk menjaga keselamatan mereka saat bekerja. Edukasi mengenai mitigasi bencana longsor dan peringatan dini terhadap kondisi tebing yang rawan runtuh juga harus lebih ditingkatkan.
"Langkah-langkah ini diharapkan dapat mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa depan," pungkasnya.(*)
Editor : Zainul Arifin