BLITAR | B-news.id - Kejadian memilukan kembali mengguncang Kabupaten Blitar. Seorang bocah berusia 6 tahun dilaporkan hilang terseret arus sungai Lodoagung, Dusun Plosorejo, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, pada Jumat sore, 4 Juli 2025. Peristiwa terjadi ketika korban bermain layang-layang di tepi sungai bersama temannya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa insiden ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Dua anak kecil yang diketahui bernama Ahmad Aldiano Davi (6) dan Aksa Devin Ardiansyah (6) tengah bermain di pinggiran aliran Sungai Lodoagung. Kedua bocah itu tanpa pengawasan orang dewasa saat asyik mengejar layang-layang yang mereka mainkan.
Baca Juga: Sedekah Bumi Plandirejo: Doa yang Menyatu dengan Tanah, Jejak Leluhur yang Menjadi Wisata Jiwa
Tanpa diduga, kaki mereka terpeleset ke tepi sungai yang licin. Keduanya terjatuh ke dalam aliran sungai yang berkedalaman sekitar dua meter. Ahmad berhasil berenang ke tepi dan menyelamatkan diri, namun Aksa Devin terseret arus deras dan hingga laporan ini dibuat, belum ditemukan.
Panik dan kebingungan, Ahmad yang selamat segera berlari memberitahukan warga sekitar. Dalam hitungan menit, warga langsung berdatangan ke lokasi dan berupaya melakukan pencarian secara manual, menyusuri tepian dan aliran sungai sejauh yang bisa dijangkau.
Pencarian dilakukan dengan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan dari pihak berwenang.
Tim dari BPBD Provinsi Jawa Timur (Agisena Wilayah Kabupaten Blitar), BPBD Kabupaten Blitar, TNI, Polri, perangkat desa, serta relawan dari RESOB dan potensi SAR turut diterjunkan ke lokasi begitu menerima laporan.
Cuaca yang cerah sore itu cukup membantu proses pencarian, meski kondisi sungai tetap menyulitkan tim dalam menelusuri setiap sudut yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.
Baca Juga: Pemkab Blitar Akan Serahkan SK kepada 1.720 P3K Paruh Waktu pada 19 Desember 2025
Hingga pukul 16.33 WIB, pencarian masih berlangsung. Warga dan petugas bahu-membahu menyisir sungai dengan penuh harap agar korban segera ditemukan. Meski hanya bocah berusia 6 tahun, kehilangan seperti ini tetap mengguncang emosi banyak orang yang turut prihatin menyaksikan langsung di lokasi.
Korban, Aksa Devin Ardiansyah, tercatat sebagai warga Dusun Plosorejo RT 01 RW 08, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan. Ia dikenal sebagai anak yang ceria dan suka bermain dengan teman-teman sebayanya. Kepergiannya yang mendadak membuat keluarga korban terpukul dan terus menanti kabar baik dari tim pencari.
Sementara itu, pihak BPBD dan relawan telah melakukan assessment awal dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperluas cakupan pencarian, termasuk kemungkinan menurunkan perahu karet atau alat deteksi arus sungai jika diperlukan.
Perangkat desa juga menghimbau kepada warga sekitar, terutama para orang tua, agar lebih waspada dan mengawasi anak-anak saat bermain di sekitar area berbahaya seperti sungai. Mengingat musim kemarau sekalipun, beberapa aliran sungai di Blitar masih menyimpan kedalaman dan arus yang tidak bisa diremehkan.
Baca Juga: DPUPR Kabupaten Blitar Dorong Proyek Infrastruktur Tepat Waktu dan Berkelanjutan
Kapolsek Lodoyo Barat AKP Suhartono menyampaikan bahwa proses pencarian akan dilanjutkan hingga malam hari jika diperlukan, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan tim di lapangan. “Kami akan berusaha maksimal. Mohon doa dari semua pihak agar korban segera ditemukan,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa anak-anak butuh pengawasan ekstra, terutama saat bermain di lingkungan terbuka yang dekat dengan sumber bahaya. Sungai, meskipun tampak tenang, tetap menyimpan risiko yang bisa mengancam keselamatan jika diabaikan.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap Aksa Devin Ardiansyah masih berlangsung. Harapan masih menggantung di tepi Sungai Lodoagung, menanti kabar baik dari tim penyelamat yang terus berjuang di tengah derasnya arus dan waktu yang terus berjalan.*
Editor : Zainul Arifin