KABUPATEN MOJOKERTO l B-news.id - Pemkab Mojokerto bersama BKKBN pusat menggelar sosialisasi yang dikemas dalam doa bersama serta promosi kesehatan reproduksi dan percepatan penurunan stunting berbasis pondok pesantren.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ponpes Segoro Agung, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Senin malam, (26/12/2022). Selain dihadiri langsung Kepala BKKBN pusat Hasto Wardoyo, hadir pula Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto.
Hasto menjelaskan, stunting adalah gagal tumbuh dan kembang pada anak yang diakibatkan kekurangan gizi secara kronis.
Kepala BKKBN pusat ini menyebutkan, berdasarkan data 2021, angka stunting Indonesia mencapai angka 24,4 persen.
"Indonesia seharusnya tidak memiliki angka stunting yang tinggi, karena secara geografis, Indonesia terletak di garis katulistiwa. Tanah yang subur dan iklim yang stabil," katanya.
Hasto mengajak, seluruh masyarakat yang hadir untuk bersama-sama berkomitmen untuk mencegah kelahiran bayi stunting.
Menhan RI Prabowo Subianto bersama pejabat BKKN Pusat hadir dalam acara tersebut. (Ist)
Sementara itu, Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto mengatakan, percepatan penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan bersama.
"Bukan hanya pekerjaan BKKBN, ini juga pekerjaan saya, saya akan bekerja sekeras-kerasnya untuk rakyat, termasuk percepatan penurunan stunting," tuturnya.
Di tempat yang sama, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati juga berpesan, agar generasi muda terutama calon ibu untuk selalu memperhatikan kebutuhan gizi guna meminimalkan kemungkinan terjadi stunting terhadap calon anaknya nanti.
Menurutnya, remaja putri yang merupakan calon ibu dikemudian hari, sejak dini minimal tidak menderita anemia atau kekurangan darah. (eko/ram)
Editor : Zainul Arifin