SURABAYA | B-news.id - Jasson, salah satu siswa kelas 3 SDN Petrokimia Gresik tampil percaya diri menggunakan bahasa Inggris di auditorium IFI, Pusat Kebudayaan Prancis. Jumat sore (23/1).
Meski baru kelas 3 SDN, namun bisa bercerita soal damar kurung tanpa menggunakan bantuan kertas ataupun smart phone.
Baca Juga: PWI-DPRD Gresik Gelar Dialog Publik Smart Budgeting dan Smart Revenue Dorong Kemandirian Daerah
"Hanya punya waktu 3 hari untuk menyiapkan damar kurung dan juga busana pendukung, serta mencari literatur dari damar kurung," tegas ibunya Jasson.
Kepala sekolah SDN Petrokimia yang turut hadir menyaksikan salah satu siswanya tampil lancar menceritakan damar kurung dengan menggunakan bahasa Inggris dengan fasih merasa bangga.
Baca Juga: Kapolres Sambangi Kantor PWI Kabupaten Gresik
"Di sekolah kami saat liburan Desember kemarin memang mengundang pihak kampung bahasa Inggris dari Pare untuk membiasakan penggunaan bahasa Inggris di sekolah hampir sebulan, namun melihat kefasihan murid kami, kayaknya dilingkungan keluarga sudah terbiasa menggunakan bahasa Inggris," ujar Suci Handayani.
Jasson mengajak para penonton menyelami cerita persahabatan tiga negara: Indonesia, Perancis, dan Jerman. Damar Kurung hadir sebagai simbol yang menyatukan perbedaan budaya, bahasa, dan latar belakang, menjadi cahaya yang meneduhkan di tengah keberagaman dunia.
Baca Juga: Matematika Jadi Pelajaran Menyenangkan, Peningkatan Guru Dalam Penyajian
Kehadiran cerita Damar Kurung di ruang budaya internasional tersebut menjadi bukti bahwa kearifan lokal mampu berbicara dalam bahasa universal: perdamaian, persahabatan, dan harapan.
Dalam acara tersebut ada yang tampil membacakan dongeng kancil dan buaya, ada yang membawakan dongeng tikus kota dengan tikus desa, ada yang bercerita lutung kasarung dengan menggunakan bahasa Prancis.(*)
Editor : Redaksi