BOJONEGORO | B-news.id - Capaian kinerja Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah selama empat tahun memimpin tidak hanya masifkan pembangunan di bidang infrastruktur, tetapi juga menyiapkan dan membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui program rekognisi pembelajaran lampau (RPL).
Dalam program RPL ini Bojonegoro mendapatkan kehormatan menjadi daerah role model pelaksana RPL Desa yang pertama.
Atas raihan prestasi program penyelenggaraan beasiswa RPL yang dinilai selaras dan sesuai dengan visi- misi Kabupaten Bojonegoro, yaitu mewujudkan peningkatan kualitas SDM yang berkelanjutan, Bupati Anna mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Abdul Halim Iskandar.
Bupati Anna Mu’awanah, dalam suatu kesempatan menyampaikan bahwa, program RPL desa memiliki tujuan memberikan kesempatan bagi kepala desa, perangkat desa, anggota badan permusyawaratan desa, pengelola BUMdes, tenaga pendamping profesional serta pegiat pemberdayaan masyarakat desa untuk menempuh pendidikan tinggi.
"Ini merupakan hal yang luar biasa. Kami sangat ingin berkolaborasi serta mendukung penuh program Kemendes untuk mendorong pembangunan SDM berbasis desa," kata Bupati Anna Mu’awanah dalam suatu kesempatan.
Di tahun 2022 ini, lanjut Bupati Anna, Kabupaten Bojonegoro mendapatkan kepercayaan dari Menteri Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi sebagai daerah rujukan nasional pertama yang melaksanakan RPL Desa. "Saya berharap, kuliah umum ini akan berjalan dengan sukses dan dapat memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan bangsa NKRI. Serta peningkatan kualitas SDM yang unggul di desa dapat terwujud," ujarnya.
Dikatakannya, Kabupaten Bojonegoro menjadi yang pertama memberikan beasiswa berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT) 4 semester senilai Rp 22 juta/mahasiswa dengan waktu perkuliahan dimulai pada semester genap TA 2021/2022 (Maret 2022) dan ditargetkan Wisuda pada semester ganjil TA 2022/2023 (Desember 2023). Program ini diikuti 1.076 orang yang berasal dari unsur kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa, pengelola Badan Usaha Milik Desa atau Badan Usaha Milik Desa Bersama, tenaga pendamping profesional, dan pegiat desa lainnya.
“Program beasiswa yang diberikan Pemkab Bojonegoro telah dirasakan putra-putri asli daerah. Salah satunya Beasiswa Dua Sarjana per Desa. Dan ini merupakan sebagai investasi jangka panjang, bertujuan mendongkrak sumber daya manusia (SDM) khususnya di pedesaan agar sektor pendidikan lebih merata,” papar Bupati Anna.
Dijelaskan Bupati Anna, untuk Tahun 2022 ini, Pemkab Bojonegoro menganggarkan alokasi dana sebesar Rp 34,6 miliar dana pendidikan untuk beasiswa mahasiswa. Ini merupakan salah satu langkah untuk menggenjot peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Bojonegoro, dimana sektor pendidikan menjadi investasi jangka panjang suatu daerah.
”Sejak 2020 hingga 2022, total jumlah penerima beasiswa pemkab ini sebanyak 580 mahasiswa. Dinas Pendidikan juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program beasiswa ini sebaik-baiknya. Sebab, melalui pendidikan dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bojonegoro,” tandas Bupati Anna.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro, angka IPM Bojonegoro dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada 2019 mencapai 68.75, lalu naik tahun 2020 menjadi 69.04, dan tahun 2021 menjadi 69.59.
Adapun syarat mendaftar RPL Desa adalah : Lulus SLTA atau sederajat, Telah bekerja minimal 5 tahun (pengalaman dalam pemerintahan desa atau pekerjaan lainnya) dan usia 25-50 tahun. Terlaksananya program RPL desa tak lepas dari komitmen yang dikerjakan secara totalitas oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan UNY dan UNESA.
Sebagai informasi, RPL Desa digelar di perguruan tinggi didasari pengalaman lapangan para praktisi yang ekuivalen dengan isi perkuliahan dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS). Dalam pelaksanaan RPL, aktualisasi pengalaman lapangan ditarik kembali sebagai hasil praktek perkuliahan. (za)
Editor : Zainul Arifin