Pemdes Kandangan Tingkatkan SDM Pengelola BumDes Melalui Bimtek

avatar b-news.id
Para pengelola Bumdes saat berfoto bersama usai kegiatan Bintek. (Ist)
Para pengelola Bumdes saat berfoto bersama usai kegiatan Bintek. (Ist)

BLITAR | B-news.id - Untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam menejemen pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kandangan Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar mengadakan bimbingan teknis bagi pengelola BUMDes Podomakmur.

Bimtek ini digelar di Balai Desa Kandangan, Sabtu (3/12)2022), di ikuti oleh seluruh jajaran pengurus pengelola BUMDes Podomakmur, dan dihadiri oleh Kepala Desa Kandangan beserta perangkat, Forkompinpcam Srengat dan narasumber tenaga ahli pendamping Kabupaten Blitar.

Kepala Desa Kandangan Wahyu Eko Nurdianto, S.E. menyampaikan bahwa pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2021 tentang tata kelola BUMDes yang menyatakan bahwa pelaksana operasional wajib menyiapkan laporan berkala yang memuat pelaksanaan rencana program kerja BUMDes meliputi laporan semesteran dan laporan tahunan, maka Pemerintah Desa Kandangan Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh pengurus, guna menunjang Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tahun Anggaran 2022. 

Dikatakan oleh Kepala Desa Kandangan, bahwa arah Bumdes itu sebenarnya merangkum untuk semuanya. Namun saat ini yang menjadi prioritas utama dalam pengembangan Bumdes Podomakmur adalah pengelolaan obyek Wisata Pemandian Sumur Amber. 

"Tidak menutup kemungkinan bahkan rencana kedepan nantinya, UMKM-UMKM itu akan kita tata disana. Dan itu nanti kan juga Bumdes yang harus menggerakkan. Dengan harapan kedepan, biar sinergisitas antara UMKM, pengelola wisata sumur amber disana, Bumdesnya sendiri, pemerintah desa dan dukungan masyarakat itu menjadi suatu ramuan yang bagus sehingga kita landing menuju masysrakat yang kita cita-citakan," kata Wahyu Eko Nurdianto, kepada wartawan pada saat dikonfirmasi diruang kerjanya Selasa (6/12/2022) kemarin.

Wahyu Eko Nurdianto, menyampaikan, Desa Kandangan maju bersama menuju yang lebih baik. Jadi pemdes membangun tempat wisata pemandian tersebut dan selanjutnya diserahkan ke Bumdes untuk dikelola. Bumdes tidak disertai modal keuangan tapi di bangunkan tempat wisata pemandian tersebut.

"Jadi Bumdes kami itu mengarah pada khusus terkait laporan pembukuan, buku neraca, buku harian dan Bumdes kita juga sudah dibawa ke jogja dilatih disana. Kalau DPMD sifatnya umum," ungkapnya

Lebih lanjut Kepala Desa menjelaskan, bahwa bagi masyarakat Desa Kandangan yang ingin mandi, berenang, atau apa saja ditempat wisata pemandian sumur amber, khusus untuk hari Minggu Legi, pihak pengelola menggratiskan tiket masuk.

"Dengan di gratiskannya warga masuk kesana, diharapkan mereka merasa ikut handarbeni, ikut merasa memiliki sehingga warga menggunggah ke temannya, ke saudaranya dan medsos. Apalgi konsep yang kita angkat bernuansa jadul tidak konsep kekinian," jelasnya.

Sekilas tentang sejarah keberadaan Sumur Amber ; Diturkan oleh Kepala Desa Kandangan Wahyu Eko Nurdianto, SE.

Dalam catatan riwayat sejarah Desa Kandangan, keberadaan sumber Sumur Amber di Desa Kandangan belum ada catatan sejarah yang pasti sejak kapan sumber Sumur Amber ada.

Namun dalam penuturan para sesepuh desa zaman dahulu, yang dipercaya oleh masyarakat desa Kandangan hingga sekarang, bahwa keberadaan sumber Sumur Amber itu ada semenjak adanya Sumur Keramat di Candi Penataran yang berada di Desa Penataran Kecamatan Nglegok, bahkan diduga sumber Sumur Amber ini tembus dengan Sumur Keramat Candi Penataran melalui aliran sungai bawah tanah.

Konon katanya sumber Sumur Amber ini dahulunya merupakan "Sendang" tempat pemandian para Putri Raja Kerajaan Majapahit, ketika sedang melakukan kunjungan ke wilayah Blitar, namun ketika terjadi lahar letusan Gunung Kelud pertama kali tahun 1902, sendang tersebut hilang tertutup pasir vulkanik. Dan Sekitar tahun 1940 petani sekitar lokasi bekas Sendang tersebut menggali sumur untuk keperluan pertanian. Namun anehnya ketika Sumur itu selesai di gali, air yang keluar dari dalam sumur itu meluber, bahasa jawanya "Amber".

Bahkan debit airnya sangat besar, hingga mampu mengairi sawah puluhan hektar.

Keistimewaan sumber Sumur Amber ;

Sumber Sumur Amber ini dipercaya oleh masyarkat Desa Kandangan dan sekitarnya, mampu membantu menyembuhkan penyakit, seperti sakit stroke, sakit reumatik, keju linu dan sebagainya.

Mbah Miskan 79 tahun sesepuh desa Kandangan menuturkan bahwa istrinya yang pernah menderita sakit stroke setelah secara rutin mandi di sumber Sumur Amber setiap pagi, penyakitnya sembuh total, bahkan Mbah Miskan sendiri ketika kakinya sakit linu dan susah berjalan setelah rutin mandi di sumber Sumur Amber sembuh sampai sekarang.

"Niki kulo kalih bojo kulo sakit, bojo kulo sakit stroke, kulo sakit linu suku kulo, sareng adus wonten sumber niku Kulo kalih bojo kulo waras ngantos sakniki"kata Mbah Miskan yang kental berbahasa Jawa. (sunyoto)

Berita Terbaru