Dosen Unisma Gelar Workshop Operasional Pintu Air Berbasis IOT

b-news.id
Workshop operasional pintu air berbasis IOT digelar oleh dosen Unisma. (Foto: sjp)

KABUPATEN MALANG | B-news. id –Melalui kegiatan Kampung Bangkit (KKB) yang merupakan program dari Kemendikbudristek, Universitas Islam Malang mendapatkan hibah pengabdian KKB.

 KKab tersebut berudul 'Penerapan Pintu Air Otomatis Pada Bagunan Bagi Saluran Irigasi Guna Meningkatkan Hasil Panen Petani' di Desa Sukoanyar, Kabupaten Malang Berbasis IoT.

Kegiatan pengabdian ini dilkukan oleh tim yang diketuai oleh Dr Ir Eko Noerhayati MT. lalu Ir Bambang Suprapto MT. Kemudian Dr Siti Asmaniah Mardiani ST MP. Dan Efendi S Wirateruna ST MSc, serta 5 mahasiswa dari program studi Teknik Sipil dan program studi Teknik Elektro yang meupakan implementasi dari MBKM.  

Penerapkan alat pintu air otomatis berbasis IoT berupa TTG merupakan hasil penelitian PTUPT dosen UNISMA yang sudah dilakukan uji di laboratorium yang beroperasi dengan baik. 

Pintu air saluran ini dapat dibuka dan ditutup sewaktu-waktu dan dimanapun petani berada serta dapat memantau besarnya debit aliran air melalui pengontrol smarphone. 

Pintu air penting bagi petani karena pembagian air sawah untuk tanaman petani dapat dilayani melalui operasional pintu air yang baik sesuai dengan kebutuhan tanaman. Banyak sedikitnya air perlu dikontrol supaya tanaman pertanian warga dapat tumbuh dengan baik sehingga hasil panen petani akan meningkat.

Pengabdian yang dilakukan oleh Tim pengabdi Universitas Islam Malang berupa pemasangan pintu air di 2 tempat bangunan bagi di saluran tersier Daerah Irigasi (DI)Tumpang desa Sukoanyar Kabupaten Malang yang dikelola oleh Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Dewi Ratih.

Selain pemasangan pintu air tim juga melakukan kegiatan pendampingan secara langsung ke petani untuk operasionalnya. Guna menambah wawasan kepada petani tim pengabdi mengadakan kegiatan workshop mengenai pola tanam dan pentingnya pengaturan jumlah debit air pada saluran terhadap hasil panen.

Workshop ini diikuti oleh pengurus HIPPA dengan narasumber Suyitno dari PU Sumberdaya Air dan Soraya Norma Mustika ST MT MSc dari UM, yang merupakan pakar IoT. 

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan adanya efesiensi pembagian air dan kemudahan operasional pada pintu air pada HIPPA Dewi Ratih sehingga berdampak pada peningkatan hasil panen.

Permasalahan yang dihadapi oleh Himpunan Petani Pemakai air (HIPPA) biasanya adalah operasional pembagian air bagunan bagi yang tidak sesuai dengan kebutuhan air disawah petani. 

Masalah ini juga dialami oleh petani desa Sukoanyar Pakis Kabupaten Malang yaitu kurangnya efisiensi pada operasional pintu air pada bagunan bagi jaringan irigasi. 

Hal ini karena pintu air dibuka dan ditutup secara manual dimana petani datang ke tempat bangunan bagi yang jaraknya kadang jauh dari tempat tinggal petani dan air yang mengalir tidak dapat dikontrol dengan baik sehingga air banyak terbuang. 

Kurangnya efisiensi ini seharusnya dapat diatasi dengan teknologi yang berkembang saat ini yaitu menerapkan alat pintu air otomatis berbasis IoT. (adv)

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru