Unisma Ajari Masyarakat Malang Eksplorasi Singkong

b-news.id
Ilmu mengeksplorasi singkong ditularkan Unisma kepada masyarakat Jabung Kabupaten Lumajang. (Foto: LPPM Unisma/ B-news.id)

KABUPATEN MALANG | B-news.id – Eksplore Potensi Singkong, Tim Pengabdi Unisma Malang Gelar Pelatihan Pembuatan Mocaf Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif di Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Ketua tim Pengabdi Kepada Masyarakat, Dr Ir H Masyhuri Machfudz MP mengatakan, tema dari pendampingan ini 'Pendampingan Pelaku Ekonomi Kreatif Makanan Siap Saji Berbasis Singkong'.

Aktivitas pendampingan itu dilaksanakan di Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. 

Tim Pengabdi Kepada Masyarakat dari Unisma dibawah pimpinan Masyhuri Machfudz, beranggotakan Titis Surya Maha Rianti SPdan Umi Nandiroh SE MSA mengangkat potensi singkong yang ada di Desa Gading Kembar.

Tim ini juga melibatkan mahasiswa diantaranya Ahmad Fahril Fauzi, Vicy Wahyu Putra, dan Vinna Anggraini.

Dalam mengeksplore singkong, tim pengabdi UNISMA memberikan dorongan bagi masyarakat dalam meningkatkan kewirausahaan berbasis singkong sebagai langkah mewujudkan masyarakat yang mandiri berdasarkan potensi lokal.

Pada hari Minggu, 4 Desember 2022 merupakan hari dimana kegiatan kemandirian masyarakat ini dimulai.

Pada hari tersebut tim pengabdian masyarakat memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan tepung mocaf.

Tidak hanya itu, kegiatan pada hari berikutnya yaitu adalah pelatihan pembuatan makanan cepat saji berbasis mocaf pada hari Senin 5 Desember 2022.

Tim juga melakukan evaluasi produk olahan tepung mocaf pelaku usaha di Desa Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang pada Rabu 7 Desember 2022 lalu.

Kegiatan ini melibatkan tokoh masyarakat, dan pelaku ekonomi kreatif di Desa Gading Kembar. Selain itu, Kegiatan ini juga menghadirkan beberapa pembicara di antaranya Dr Ir Darmadji MP (Dekan Fakultas Pertanian, Universitas Widyagama Malang, dan Septia Purwandani, SPsi MPsi (Dosen Prodi Psikologi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri), juga Eko (Praktisi Pengolahan Tepung Mocaf). 

Dalam sambutan pembukaan sosialisasi yang telah dilakukan, Masyhuri Machfudz menyampaikan, bahwa pengabdian masyarakat ini memfokuskan pada kesadaran pentingnya mempertahankan lahan pertanian untuk mengantisipasi adanya krisis ekonomi global.

“Saat ini isu krisis ekonomi global ramai diperbincangkan, tetapi sebetulnya masyarakat desa tidak perlu takut adanya krisis ekonomi, karena banyak makanan alternatif yang bisa di dapatkan di desa. Salah satunya adalah singkong," ujar Masyhuri.

Pembicara. (Ist) 

Dalam kegiatan sosialisasi, Darmadji menyampaikan perlunya mempertahankan keberadaan singkong.

"Karena singkong dapat dijadikan sebagai makanan alternatif untuk memenuhi kebutuhan kalori tubuh sebagai sumber energi. Selain dapat di jual dalam bentuk mentah, singkong juga dapat di olah menjadi makan siap saji," kata dia.

Sementara itu, Septia Purwandani menegaskan, bahwa makanan singkong mempunyai gengsi (prestisius).

"Selain hanya dapat diolah menjadi makanan tradisional singkong juga bisa menjadi makanan bernilai tinggi, salah satunya sebagai tepung mocaf," imbuhnya.

Kegiatan pengabdian yang terlaksana atas dukungan dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Riset, dan Tekonologi, ini merupakan program insentif pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan MBKM, berbasis kinerja IKU bagi PTS tahun 2022. 

Dengan adanya dukungan dari Kemendikbud-ristek, tim memberikan fasilitas pengolahan berupa alat pemotong singkong guna mempercepat kegiatan pengolahan singkong menjadi mocaf.

Sebagaimana tahapan pengolahan singkong menjadi mocaf, setelah singkong segar dikupas, tahapan selanjutnya adalah pemotongan singkong menjadi chips dan kemudian merendamnya dengan penambahan starter.

Setelah singkong terfermentasi baru kemudian dapat dibilas, dijemur dan dilakukan proses penepungan hingga menjadi tepung mocaf.

Dengan adanya kegiatan ini sangat terlihat besar antusias dari mitra pelaku ekonomi kreatif di Desa Gading Kembar.

Dari kegiatan pelatihan yang digelar, diharapkan pengolahan singkong menjadi tepung mocaf tersebut dapat memberikan nilai tambah sehingga secara ekonomi juga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. (adv)

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru