Diduga Imbas OTT Waket DPRD Jatim

KPK Obok-obok Kantor Gubernur Jatim, Wagub dan Sekda

b-news.id
Sejumlah petugas memakai rompi KPK memasuki beberapa ruangan kantor Gubernur, Wagub dan Sekda. Diduga penggeledahan diduga imbas dari OTT salah satu Waket DPRD Jatim beberapa minggu lalu. (Ist)

 SURABAYA | B-news.id - Sejumlah petugas memakai rompi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menggeledah ruangan di Kantor Gubernur Jawa Timur, di Jalan Pahlawan Surabaya, Rabu (21/12/2022).

Selain itu, petugas KPK masuk ke ruangan Wakil Gubernur, sebelumnya mereka juga memeriksa gedung Sekretariat Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jatim dan masuk  ke ruangan Sekdaprov.

“Gak ngapain-ngapain, sudah ya sudah," ucap salah seorang petugas yang memakai baju KPK saat ditanya  wartawan sambil berlalu.

Kemudian, terlihat petugas memasuki ruangan Wakil Gubernur. Belum diketahui secara pasti apa yang mereka cari di dua ruangan petinggi di Pemprov Jatim itu. 

"Ya, tadi petugas KPK masuk ke ruangan Gubernur, dan Wagub," ujar petugas salah satu keamanan kantor Gubernur Jatim, di Jalan Pahlawan, membenarkan yang dilihat.

Spekulasi muncul, bahwa hampir dipastikan berkait dengan peristiwa di hari Senin 19 Desember 2022, kemarin.

Saat itu petugas KPK ke gedung DPRD Jatim di Jalan Indrapura. Dari sana, petugas keluar dengan membawa 4 koper diduga berisi dokumen untuk barang bukti. 

Saat itu, petugas juga menyegel ruangan Kasubag Rapat dan Risalah Sekwan Provinsi Jatim, yakni ruangan Afif serta ruangan Wakil Ketua DPRD Jatim. 

Penggeledahan diduga terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sahat Tua Simanjuntak, yang telah diamankan KPK. 

Sementara, terkait aktifitas KPK di Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah kepada wartawan saat di Polda Jatim usai mengikuti Rapat Koordinasi Operasi Lilin Semeru 2022 dengan Kapolda Jatim, di Gedung Mahameru mengatakan pihaknya, Pemprov Jatim, akan selalu kooperatif. 

Bahkan Khofifah menyebut bahwa itu bagian dari proses hukum yang perlu dihormati. "Itu bagian dari proses yang harus kita menghormatinya. Pokok e pemprov akan menyiapkan data sesuai dengan yang dibutuhkan KPK. Wes wes, Suwon yo Rek," tutup Gubernur Khofifah. (za)

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru