Di Tengah Arus Informasi Cepat, Jairi Irawan Dorong Media Tetap Objektif dan Berintegritas

Reporter : Sunyoto
Jairi Irawan menjadi narasumber dialog publik Dorong Media Tetap Objektif dan Berintegritas. (foto: sunyoto/ B-news.id)

BLITAR | B-news.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Jairi Irawan, menegaskan komitmennya untuk membangun komunikasi yang terbuka dan sinergis dengan insan pers dalam sebuah forum diskusi bersama awak media di wilayah Blitar Raya di Kampoeng Coklat Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar Jum'at (20/2/2026) malam.

Dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh dialog tersebut, Jairi menyampaikan bahwa peran media sangat strategis dalam mengawal jalannya pemerintahan dan memastikan kebijakan publik berjalan sesuai harapan masyarakat.

Baca juga: Bersaksi di Pengadilan Tipikor Sidoarjo Terkait Dana Hibah Pokmas, Khofifah : Saya Tegaskan Tuduhan Itu Tidak Benar

“Sebagai wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur, saya menyadari betul bahwa media memiliki fungsi kontrol sosial yang tidak bisa diabaikan. Karena itu, komunikasi yang terbuka harus terus kita jaga,” ujar Jairi di hadapan peserta diskusi.

Ia menegaskan bahwa media bukanlah alat kekuasaan, melainkan mitra kritis yang memiliki peran penting dalam menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Media bukan alat kekuasaan, tetapi mitra kritis. Kritik yang disampaikan tentu harus berbasis data dan fakta, dan itu justru membantu kami dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat,” tegasnya.

Menurutnya, kritik konstruktif dari insan pers akan menjadi bahan evaluasi berharga dalam menyusun maupun melaksanakan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.

“Kritik konstruktif dari media justru akan menjadi bahan evaluasi bagi kami sebagai wakil rakyat dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan yang lebih baik untuk masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Jairi juga mengajak seluruh jurnalis untuk terus menjaga profesionalisme serta menjunjung tinggi kode etik dalam menjalankan tugas jurnalistik, terutama di tengah derasnya arus informasi di era digital.

Baca juga: Diskusi Bareng PWI dan GP Ansor, Adam Rusydi Kupas Peran Media dan Pemuda di Era Digital

“Kita hidup di era digital yang sangat cepat. Informasi bisa menyebar dalam hitungan detik. Karena itu, akurasi dan verifikasi menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak pada hoaks,” ungkapnya.

Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut berjalan dinamis. Sejumlah wartawan menyampaikan berbagai pertanyaan dan pandangan terkait kebijakan daerah, transparansi anggaran, hingga tantangan penyebaran informasi di media sosial.

Menanggapi berbagai pertanyaan itu, Jairi menjawab satu per satu dengan terbuka, bahkan sesekali meminta masukan tambahan dari peserta diskusi untuk memperkaya sudut pandang dalam melihat persoalan yang ada.

“Saya tidak anti kritik. Justru saya berharap rekan-rekan media terus mengingatkan kami jika ada kebijakan yang dirasa kurang tepat atau perlu diperbaiki,” katanya.

Baca juga: Kolaborasi PWI Sidoarjo dan Komisi A DPRD Jatim untuk Peningkatan Literasi Digital

Ia juga menekankan bahwa sinergi antara legislatif dan media akan semakin penting dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.

“Kerja-kerja legislatif tidak akan maksimal tanpa dukungan informasi yang objektif dan berimbang dari media. Kita harus berjalan bersama demi kepentingan masyarakat,” tandasnya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab mendalam yang memperlihatkan antusiasme peserta, sebelum akhirnya seluruh peserta melakukan foto bersama sebagai simbol komitmen membangun kerja sama yang lebih erat antara DPRD Jawa Timur dan media di Blitar Raya.(*)

Editor : Redaksi

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru