Setahun Kepemimpinan Bupati Blitar Rijanto - Beky, Wabup :  Fokus Infrastruktur hingga Penguatan SDM

Reporter : Sunyoto
Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah memberikan keterangan pers. (foto: sunyoto/B-news.id)

BLITAR | B-news.id - Suasana Pendopo Sasana Adi Praja, Jumat (20/2/2026), tampak lebih ramai dari biasanya. Jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan awak media berkumpul dalam agenda refleksi satu tahun kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Dalam forum tersebut, Beky Herdihansah memaparkan capaian sekaligus arah kebijakan daerah selama setahun terakhir bersama Rijanto. Ia menyampaikan sejumlah program prioritas yang telah berjalan dan akan terus diperkuat hingga 2027.

Baca juga: Kajari Blitar Klarifikasi Isu Pemeriksaan Dalam Dialog Terbuka Dengan PC PMII Blitar

Beky membuka paparannya dengan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama sejak awal kepemimpinan. Menurutnya, perbaikan jalan merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.

“Sejak awal kami sepakat bahwa infrastruktur jalan harus menjadi perhatian utama. Kondisi jalan yang rusak sangat memengaruhi aktivitas masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta yang hadir.

Ia mengakui, keterbatasan anggaran membuat perbaikan dilakukan secara bertahap. Namun, ia memastikan progres terus berjalan dan mulai dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.

“Walaupun belum bisa selesai sekaligus, alhamdulillah masyarakat sudah mulai merasakan jalan yang lebih mulus. Ini komitmen yang terus kami jaga,” katanya.

Beky menambahkan, pembangunan jalan tidak sekadar proyek fisik, tetapi berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi warga. Akses distribusi hasil pertanian dan perdagangan, menurutnya, kini semakin lancar.

“Kalau akses jalan baik, petani lebih mudah membawa hasil panen, pedagang juga lebih lancar beraktivitas. Dampaknya luas,” jelasnya.

Selain infrastruktur, sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Beky menyebut kedua sektor tersebut sebagai pondasi pembangunan jangka panjang.

“Pembangunan tidak hanya soal fisik. Pendidikan dan kesehatan adalah investasi masa depan Kabupaten Blitar,” tegasnya.

Baca juga: FMR–FPPM Laporkan Dugaan Mafia Tanah dan Korupsi Dana Desa ke Kejaksaan Blitar

Salah satu program yang terus diperkuat adalah 1 Desa 1 Sarjana. Program ini, kata Beky, dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia hingga tingkat desa.

“Kami ingin setiap desa memiliki minimal satu sarjana yang bisa menjadi motor penggerak pembangunan di lingkungannya masing-masing,” ungkapnya.

Di bidang digitalisasi, Pemkab Blitar telah membangun 351 titik akses internet. Jaringan tersebut tersebar di sejumlah wilayah dan akan terus diperluas.

“Digitalisasi sangat penting. Internet harus bisa mendukung pembelajaran, pelayanan publik, hingga membuka peluang usaha berbasis digital,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjangkau daerah yang belum memiliki akses jaringan memadai. Pemerataan akses, menurutnya, menjadi bagian dari upaya mengurangi kesenjangan antarwilayah.

Baca juga: Kakankemenag Blitar Tegaskan Komitmen Kinerja dan Keteladanan Lewat Pakta Integritas

Sementara itu, perhatian terhadap sektor olahraga juga terus ditingkatkan. Pemerintah daerah melihat potensi besar atlet-atlet lokal, khususnya pada cabang bela diri.

“Kami ingin pembinaan atlet dilakukan secara serius dan terarah, sehingga bisa berprestasi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” kata Beky.

Ia bahkan mengungkapkan rencana mendatangkan pelatih dari Thailand guna meningkatkan kualitas atlet Muay Thai Kabupaten Blitar. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk mendorong daya saing atlet daerah.

“Potensi petarung kita sangat besar. Dengan pelatih yang tepat, kami optimistis atlet Blitar bisa menembus level Asia bahkan dunia,” tegasnya.

Menutup paparannya, Beky menyampaikan bahwa seluruh program tersebut telah disusun dalam kerangka pembangunan jangka menengah daerah. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus terjalin demi mewujudkan Kabupaten Blitar yang maju, merata, dan berdaya saing. (*)

Editor : Redaksi

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru