DPRD Sidoarjo Dukung Gerakan Pangan Murah dan Pastikan Harga Stabil Saat Ramadhan dan Idul Fitri

Reporter : Redaksi
Pimpinan DPRD Kabupaten Sidoarjo. (foto: Zainul/ B-news id)

SIDOARJO | B-news.id - Tren kenaikan harga bahan pokok saat Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri diharapkan bisa menjadi atensi serius pemerintah termasuk Pemkab Sidoarjo.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo meminta Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk menjaga stabilitas harga pangan saat Ramadhan dan Idul Fitri 2026 agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Baca juga: Siswa MAN Sidoarjo Juara 1 Pertandingan Spartan XV 2026

Selain itu dewan mendorong agar upaya sidak hingga pasar murah dapat dilakukan Pemkab sehingga harga bahan pokok stabil.

Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Warih Andono, mengatakan, tren kenaikan harga bahan pokok menjelang momen keagamaan seperti Ramadhan memang rawan terjadi. Sebab, kebutuhan masyarakat biasanya meningkat. Jangan sampai ada permainan pasar.

"Harapan kita, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Sidoarjo segera melaksanakan survei harga di pasar," kata Warih Andono yang juga politisi kawakan Partai Golkar saat dikonfirmasi B-news.id, Kamis (19/2/2026). 

Warih Andono mengatakan, kondisi inflasi pangan yang relatif terkendali pada akhir 2025 perlu dipertahankan dan diperkuat dalam beberapa pekan ke depan seiring meningkatnya permintaan bahan pokok saat Ramadhan dan Lebaran.

“Kondisi inflasi pangan yang relatif stabil selama akhir tahun harus dipertahankan, bahkan diperkuat dalam beberapa pekan mendatang menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Warih.

Selain itu menurut Warih, sidak ke pasar ini diharapkan juga bisa sebagai bentuk solusi kepada pedagang agar tidak memainkan harga di momentum seperti Ramadhan.

Dikemukakan Warih, hal ini perlu dilakukan secara intens. Sehingga harga harus terkondisikan dan stabil. "Nah, ini perlu edukasi terkait dengan hal tersebut," jelas Warih. 

Selain sosialisasi, upaya lain yang perlu dilakukan pemerintah daerah adalah pasar murah. Ini penting sebagai bentuk intervensi pemerintah agar harga bahan pokok dapat stabil.

Harapannya pasar murah didorong agar terus diperluas terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri. Warih menegaskan harga bahan pokok harus terus jadi atensi sampai lebaran mendatang.

Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, H Warih Andono. (foto: dok humas)

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Sidoarjo menyampaikan beberapa bahan pangan pokok saat ini mengalami kenaikan dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Di antaranya beras premium dan medium, minyak goreng Minyak Kita, serta cabe rawit merah.

Untuk harga rata-rata pasar di bulan Februari ini, HET beras premium Rp. 14.900 menjadi Rp. 15.326 per kg. Sedangkan HET beras medium Rp. 13.500 menjadi Rp.13.785. Sedangkan pada minyak goreng Minyak Kita, HET dipatok Rp. 15.700 perliter menjadi Rp. 16.916 untuk kemasan pouch dan Rp. 17.172 kemasan botol. Cabe rawit merah sendiri mengalami kenaikan yang cukup besar. Dari HET Rp.40.000 sampai Rp. 57.000 menjadi Rp. 76.810.

Namun secara keseluruhan, harga rata-rata pasar untuk bahan pangan pokok di bulan Februari ini banyak mengalami penurunan dari HET. Seperti yang terjadi pada harga gula pasir dalam negeri, daging ayam broiler, telur ayam ras, daging sapi serta cabe merah besar keriting. Meki pun harga sembako yang lain fluktuatif, harganya naik turun. Sedangkan khusus untuk harga gula justru mengalami penurunan.

Meski demikian Warih menilai, koordinasi lintas sektor, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, menjadi kunci untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan yang tidak wajar.

Upaya tersebut antara lain melalui penguatan pengawasan distribusi dan pemerataan pasokan bahan pokok di seluruh pasar di Sidoarjo, serta peningkatan koordinasi dengan kecamatan-kecamatan guna meminimalkan disparitas harga antar wilayah. Menurutnya, stabilitas harga penting tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi kepastian usaha pelaku sektor pangan.

Legislator Golkar itu menekankan pentingnya sinergi dengan dinas terkait dan para pemangku kepentingan pasar agar potensi lonjakan harga dapat diantisipasi sejak dini, khususnya untuk melindungi masyarakat berpenghasilan rendah.

Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, H Bambang Pujianto. (foto: dok humas)

Senada dilontarkan Bambang Pujianto, Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, bahwa diakuinya setiap tahun menjelang bulan Ramadhan kenaikan harga bahan pokok menjadi isu utama di seluruh daerah, termasuk kabupaten Sidoarjo.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Gandeng Bank Jatim Luncurkan 'Dijapri' Belanja Berhadiah 

Bahkan menurut Wakil Ketua Fraksi Gerindra, bukan hanya sekedar isu tetapi terjadi di Sidoarjo. Hal ini disampaikan Bambang Pujianto saat di hubungi terpisah melalui selular dalam suatu kesempatan. Ia sampaikan, kenaikan harga bahan pokok baik di tingkat distributor sampai di pedagang, sering terjadi menjelang Ramadhan.

Pemerintah Daerah sendiri setiap tahun pun sering menghadapi dan mendapati, sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga di pasaran. Sayangnya, temuan-temuan pada beberapa tahun sebelumnya menjelang Bulan Suci Ramadhan, itu tidak dijadikan bahan evaluasi untuk kemudian di antisipasi agar tidak terulang lagi.

“Menurut saya ini persoalan klasik. Karena setiap tahun Pemerintah Daerah melakukan operasi pasar menjelang Ramadhan, tetapi masih saja menemukan ada bahan pokok yang harganya naik. Meski pun kenaikannya harga bahan pokok di beberapa pasar di Sidoarjo masih dalam tahap wajar,” papar Bambang.

Ia sebagai wakil rakyat meminta dengan tegas kepada Pemerintah Daerah Sidoarjo untuk sedini mungkin melakukan pencegahan atau upaya antisipasi lonjakan harga.

“Karena kami ketahui, jika harga bahan pokok naik pada Ramadhan, akan berdampak pada pemenuhan kebutuhan masyarakat termasuk inflasi,” tegasnya.

Sebagai mitra kerja Pemerintah Pemkab Sidoarjo ia sampaikan bahwa Fraksi Partai Gerindra DPRD Sidoarjo siap berkolaborasi, untuk mencegah stabilitas harga bahan pokok di pasaran.

“Jika Pemerintah Kabupaten Sidoarjo membutuhkan peran aktif DPRD khususnya Fraksi Partai Gerindra, maka kami siap. Intinya, ini demi kepentingan masyarakat,” tandasnya.

Dikatakan, melalui Gerakan Pangan Murah yang dilakukan serantak secara nasional, termasuk di kabupaten Sidoarjo diharapkan dapat menekan kenaikan harga bahan pokok dan stabilitas harga dan ketersediaan stok dalam kondisi aman saat Ramadhan.

Bambang juga mengapresiasi gerakan pangan murah yang diinisiasi pemerintah pusat serentak secara nasional, ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan pangan murah.     

Bahan kebutuhan pokok di Pasar Larangan Sidoarjo mulai merangkak naik meskipun masih dalam batas kewajaran sesuai HET. (ist)

Baca juga: Kadis PUBM Sidoarjo: Perbaikan Jalan Rusak Rampung Sebelum Lebaran

Siapkan Gerakan Pangan Murah dan Bentuk TPID

Sementara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo turut ambil bagian dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak secara nasional pekan lalu. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sidoarjo Subandi sebagai bentuk komitmen daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan melakukan penjualan bahan kebutuhan pokok bersubsidi, alias murah. Dengan gerakan itu, Pemkab Sidoarjo berharap harga kebutuhan pangan pokok di Sidoarjo tetap stabil selama bulan Ramadhan dan sampai Lebaran Idul Fitri.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sidoarjo telah menggelar High Level Meeting (HLM), Kamis (12/2/2026). Pertemuan itu sengaja digelar untuk menghadapi HBKN dan inflasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Dalam HLM yang digelar di pendopo Delta Wibawa itu, berbagai instansi pemerintah hadir. Selain instansi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, juga hadir Perum Bulog Cabang Surabaya, BPS Sidoarjo, anggota DPRD Sidoarjo, Kejari Sidoarjo serta Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816 Sidoarjo. Pihak Bank Indonesia (BI) juga turut hadir.

Bupati Sidoarjo H. Subandi memimpin langsung pertemuan penting tersebut. Dalam kesempatan itu, bupati meminta seluruh pihak untuk menjaga inflasi di Kabupaten Sidoarjo.

Melalui sejumlah program yang dijalankan, diharapkan harga kebutuhan pangan pokok menjelang bulan Ramadhan tetap stabil. Tidak terjadi kenaikan harga yang akan memberatkan masyarakat.

“Nanti kita mengadakan Gerakan Pangan Murah, dari Bulog dengan penjualan beras SPHP. Teman-teman DPRD Sidoarjo juga gitu, memanfaatkan masa resesnya untuk menggelar kegiatan penjualan Sembako murah. Kami yakin dengan kebersamaan seperti ini, harga-harga yang biasanya naik bisa kita tekan,” kata Bupati Subandi.

Bupati juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo untuk kembali melakukan operasi pasar murah penjualan beras SPHP. Ia juga meminta seluruh OPD Sidoarjo mendukung penyaluran beras SPHP.

“Kami ingin memastikan masyarakat Sidoarjo menjalani puasa dan merayakan Idul Fitri dengan tenang. Tidak boleh ada kelangkaan maupun lonjakan harga yang memberatkan. Pemerintah hadir untuk menjaga daya beli masyarakat,” pungkasnya. (za/adv)

Editor : Redaksi

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru