GRESIK | B-news.id – Di tengah dinamika industri otomotif global yang kian menantang, PT Indospring Tbk (INDS) mulai mengalihkan kompas bisnisnya ke wilayah potensial baru.
Emiten komponen kendaraan ini secara agresif memperluas penetrasi pasar ekspor hingga ke kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah, khususnya Uni Emirat Arab (UAE) dan Uzbekistan.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya diversifikasi pasar guna menjaga pertumbuhan positif di tengah melesunya produksi kendaraan bermotor di pasar domestik.
Bob Budiono, selaku jajaran Dewan Direksi PT Indospring Tbk, menjelaskan bahwa tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan. Produksi kendaraan roda empat nasional tercatat terkontraksi sebesar 7,2 persen, turun dari 866.000 unit menjadi 804.000 unit.
"Kami merespons tantangan domestik dengan lebih agresif mencari pelanggan baru di pasar luar negeri. Timur Tengah dan Asia Tengah seperti UAE, Arab Saudi, hingga Uzbekistan menjadi fokus utama kami di tahun 2026," ujar Bob Budiono dalam pemaparan Public Expose yang digelar pada Kamis (29/1)
Selain menyasar wilayah baru, Perseroan juga berkomitmen memperkuat jaringan distribusi di pasar eksisting yang telah stabil, yakni Amerika Serikat dan Australia.
Ketangguhan strategi ekspor Indospring tercermin dalam laporan keuangan kuartal ketiga (Q3) tahun 2025. Meskipun nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah 3,8 persen, Perseroan tetap membukukan kinerja yang solid. Penjualan bersih tumbuh menjadi Rp 2,46 triliun, naik 2 persen dari periode sebelumnya.
Efektivitas ini berdampak langsung pada laba bersih yang melonjak 15 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 71 miliar.
Dari sisi fundamental, rasio utang terhadap ekuitas (DER) terjaga rendah di angka 0,3x, menunjukkan manajemen risiko yang sangat hati-hati.Eksistensi PT Indospring Tbk selama 47 tahun di industri pegas (spring) kini diperkuat dengan pengoperasian pabrik baut (fastener) secara komersial sejak 2025.
Perseroan kini memiliki total empat pabrik pegas, dua pabrik komponen rem, dan satu pabrik baut dengan kapasitas produksi pegas daun mencapai 144.000 ton per tahun.
Untuk mendukung persaingan global, INDS juga mulai mengadopsi standar manufaktur hijau, seperti teknologi CED Coating dan elektrifikasi proses pemanasan.
Direktur PT Indospring Tbk, Teddy Limyanto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya transformasi perusahaan menuju pasar yang lebih luas.
"Peningkatan kapabilitas ini penting agar kami dapat memenuhi persyaratan ketat dari pabrikan otomotif global, sehingga peluang memperoleh pelanggan baru, termasuk dari Tiongkok dan Eropa, tetap terbuka lebar," terang Teddy Limyanto.
Menurutnya, Strategi Pertumbuhan INDS 2026 dilakukan dengan sejumlah langkah yakni penetrasi agresif ke pasar UAE, Arab Saudi, dan Uzbekistan.
Pihaknya juga terus meningkatkan kapasitas produksi fastener untuk menguasai pasar dalam negeri serta Memenuhi kualifikasi pabrikan otomotif asal Tiongkok dan Eropa guna menjaring pelanggan baru.(*)
Editor : Redaksi