Ariel Ramadhan Pameran Tunggal ke-7 Tema Lautan Bercerita

Reporter : Ali Sugiarto
Ariel bersama pembina dan teman seniman

SURABAYA | B-news.id - Ekspresi diri seorang seniman adalah menorehkan diatas kanvas, dan pengalaman yang dilihat serta keinginan di torehkan pelukis Ariel yang pameran tunggal ke 7.

Bertajuk “Lautan Bercerita”, pameran lukisan ini merupakan cara Ariel Ramadhan menengok masa lalu, masa kini dan masa depan. Ibarat orang mengemudi mobil atau motor, perlu sesekali menengok kaca spion sebagai upaya berkendara yang aman bagi diri sendiri sekaligus pengendara lain.

Baca juga: Ironi Tanah Blokir di Kota Pahlawan: Ketika Rakyat Dipaksa Menunggu Keadilan Tanahnya Sendiri

Dikuratori oleh Arik S Wartono dan dinarasikan oleh Agus "Koecink" Sukamto, pameran "Lautan Bercerita" menampilkan 21 karya lukisan dalam berbagai media, teknik dan ukuran.

 Bertempat di Kopi BuJend, Jl. Dharmahusada Utara no. 11 Surabaya, display karya dalam pameran ini sengaja diatur untuk bisa langsung dibawa oleh kolektor seni yang meminatinya dan display karya akan diganti dengan karya baru.

Pameran dibuka hari Minggu sore ( 21/12)  oleh Prof. Dr. Devi Rianti drg., M.Kes, pecinta seni dari Surabaya.  Dan pameran ini berlangsung tiga pekan hingga 4 Januari 2026. 

 " Lukisan ini bukan sekadar pameran seni, tapi juga sebuah refleksi atas perjalanan hidup pribadi seorang pelukis muda  dalam mencari keseimbangan antara estetika dan nilai-nilai hidup yang lebih kompleks," terang Arik S. Wartono.

Ketika seseorang berdiri di depan lukisan Ariel, mereka seakan diundang masuk ke dalam  bentang pikiran sang seniman dengan segala imajinasinya. Ada aspek spiritual yang kental dalam ketekunannya melukis ombak, pengulangan bentuk berkali-kali, sebuah bentuk meditasi visual. 

Bagi Ariel, melukis adalah cara untuk berbicara dengan bahasa yang lebih fasih daripada kata-kata lisan, menjadi jembatan komunikasi antara dirinya yang unik dengan masyarakat umum. 

Baca juga: Berharap Untung dari Minyak Goreng, Malah Modal Melayang

Perjalanan kekaryaannya adalah sebuah proses perubahan diri yang terus menerus. Bagi seorang seniman muda, konsistensi untuk terus berkarya dan menggelar pameran tunggal adalah bukti ketahanan mental dan spiritual. (Agus Koecink).

Karya Ariel paling anyar yakni “Pinisi Dalam Pusaran Badai“, mixmedia cat akrilik, tekstur gipsum-paperclay, prada emas di atas kanvas diameter 120 cm, 2025, cukup menarik perhatian, karena Ariel mulai menampilkan tekstur nyata dalam eksplorasi teknik melukisnya. 

Tekstur tebal yang dilapisi cat akrilik menghasilkan nuansa yang berbeda dari karya-karya Ariel sebelumnya.
Dalam pusaran badai, Pinisi berdiri tegak, melambangkan kekuatan dan ketabahan jiwa manusia. Karya ini mengajak kita merenungkan perjalanan hidup, bahwa badai adalah metafora tantangan yang harus dihadapi dengan keberanian dan keyakinan.

 Pusaran badai yang membentuk sebuah lingkaran mengingatkan kita, bahwa hidup adalah siklus yang terus berputar, dan setiap badai membawa kita pada pelajaran penting dalam setiap fase kehidupan.

Baca juga: Luar Biasa, Azzahra Pelukis Sanggar Daun, Usia Belum 7 Tahun Sudah Pameran Tunggal

Pinisi, sebagai warisan budaya, mengajarkan kita tentang ketabahan dan harapan. Kapal layar tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan, Indonesia ini telah diakui sebagai warisan budaya tak benda UNESCO sejak tahun 2017.

Salah satu karya seri Ariel Ramadhan dengan tema “Pinisi Dalam Pusaran Badai” juga sedang dipersiapkan untuk sebuah pameran internasional di Korea Selatan tahun 2026.

Tentu bukan hanya kebetulan jika judul pameran tunggalnya Ariel Ramadhan yang ke-7 ini hampir identik dengan judul novel karya Leila S. Chudori yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) Jakarta pada tahun 2017, “Laut Bercerita”. 

Novel ini yang telah diadaptasi ke dalam film pendek pada tahun 2017, dan sekarang sedang dalam proses produksi untuk diadaptasi menjadi film layar lebar yang dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2026. Semangat dari pameran ini memang tentang bagaimana melihat masa lalu untuk menetapkan langkah hari ini demi masa depan yang lebih baik. ( Ali)

Editor : Redaksi

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru