SURABAYA | B-news.id - Fitri ( 35) warga Jl Diponegoro Surabaya, yang bekerja di bidang kecantikan, berharap dapat keuntungan saat harga minyak goreng melambung bulan kemarin.
Saat itu, harga minyak goreng di toko kelontong selisih Rp 4.000,- dari harga eceran tertinggi, itupun barangnya sedikit langka.
Baca Juga: Ariel Ramadhan Pameran Tunggal ke-7 Tema Lautan Bercerita
Berbekal dari medsos yang menawarkan beragam barang dan jasa, salah satunya adalah distributor yang menjual minyak goreng, bahkan ada layanan antar.
"Kalau beli 10 kardus yang isi 12 bungkus @ 1 kg, saya bisa kasih potongan harga Rp 24.000,- setiap kardus, dan barang segera diantar setelah uang transfer masuk", ungkap staf dari distributor.
Segera saja mentransfer untuk pembelian 5 kardus, setelah memfoto bukti transfer dan segera mengirim bukti transfer pada distributor.
Selang 5 menit, Fitri di telpon oleh distributor bahwa barang sudah mulai di naikkan di mobil box, dan diperkirakan 1 jam bisa nyampai lokasi pemesan.
"Barang sudah naik mobil box, dan sejam lagi nyampai rumah ibu, kebetulan ini ada 5 kardus minyak goreng yang tidak Hadi diambil sama pembeli, kalau Bu Fitri mau membeli, kami beri potongan harga setiap kardusnya Rp 20 ribu, saya tunggu 5 menit ya Bu," kata distributor tadi.
Mengingat Minyak Goreng langka di pasaran, dan ini ada orang menawari minyak goreng dibawah harga , maka dibeli lagi dengan uang dari pinjam.
Setelah transfer yang ke 2, dan bukti transfer di kirim, pihak distributor segera telpon kembali.
Baca Juga: Komitmen Lindungi Anak dan Perempuan, Khofifah Raih Penghargaan DPD Awards 2025
"Barang sudah naik ke mobil box, mohon di tunggu sekitar 1 jam lagi," ungkap distributor.
Hingga 2 jam belum ada tanda tanda kiriman minyak goreng yang di janjikan, nomer kontak segera dihubungi, namun nomer sudah tidak aktif, dan promosi di medsos sudah di hapus. " Pengin dapat tambahan keuntungan, madal uang tabungan melayang pada penipu", ungkat Fitri pada penulis.(*)
Editor : Zainul Arifin