Berlagak Susah Keluar Dari RS, Ternyata Modus Cari Sumbangan

avatar Ali Sugiarto
Foto ranjang tempat pasien dirawat di RS. (ist)
Foto ranjang tempat pasien dirawat di RS. (ist)

GRESIK | B-news.id - Pertengahan puasa kemarin, saat hari Sabtu jelang duhur, ada seorang ibu yang penampilannya muslimah, gaya bicara seperti guru bahasa di SMA, bertamu pada salah satu kantor Lazis Nasional.

"Saya tadi berjalan kaki sekitar 8 kilometer dari rumah sakit hingga kesini, untuk minta sumbangan biaya perawatan anak saya di RSUD, biar anak saya bisa keluar hari ini," cerita ibu ini pada petugas di kantor Lazis.

Baca Juga: Sales Kayu, Tipu Beberapa Pengusaha Bahan Bangunan

Menurut pengakuan ibu itu, anaknya yang akan masuk SMA, dan sakit di rawat di UGD RSUD beberapa hari, dan hari itu sudah boleh pulang, tapi tidak punya biaya.

Petugas di kantor Lazis mencoba meminta ijin dari pimpinan, tenyata HP tidak aktif dan diambil tindakan cepat dengan segera menolong ibu ini dengan membawa ambulance, tak lupa dia mengajak salah satu wartawan untuk menjadi saksi kebetulan bersahabat erat.

Sampai di UGD RSUD, petugas Lazis hanya diminta membayar biaya perawatan sebesar Rp 150.000,- dan pasien di bolehkan pulang.

Tenyata ibu dan anak cewek ini yang mengaku kos disalah satu kamar kos yang jauhnya 30 KM dari kota, dia tidak mau diantar ke kos, tapi minta diantar disalah satu masjid besar pada kota Gresik.

Baca Juga: Modus Penipuan, Minta Tolong Belikan Pulsa 200 Nomer Kartu HP, Bukti Transfer Palsu

Si wartawan tadi segera membuat berita terkait kesusahan ibu dan anaknya, sehingga tidak bisa keluar dari RSUD, dan berjalan kaki sejauh 8 kilometer jelang duhur yang cukup panas.

Dampaknya, simpati dari audience cukup besar dan antusias, bahkan 2 jam sejak ibu tadi di masjid, ada seorang ibu yang dari wajah dan pakaian dari etnis Chinesse memberikan sumbangan di masjid dan juga beberapa warga dari kota Gresik.

Sontak berita ibu yang tidak bisa membayar biaya RS untuk perawatan anaknya tadi ramai di medsos, dan rasa simpati untuk membantu ibu tadi cukup banyak.

Esok paginya, Kapolsek dan kepala Lazis masing-masing memberikan sumbangan berupa uang bernilai jutaan dan sembako yang lebih dari cukup, dan juga meminta Grab mobil mengantar hingga lokasi kos dan sudah membayar lunas.

Babinkamtib dan kades yang menerima di balai desa dan segera mengantar ke tempat kos, diketahui uang sewa kos sebesar Rp 600 setiap bulan belum terbayar selama 5 bulan, seketika di beresi oleh pak kades.

"Kita itu sebagai lembaga Lazis, ada orang susah begitu wajib bagi kita untuk menolong, tapi kalau dia menipu, kita juga rasanya kurang ikhlas," tutur petugas Lazis pada penulis. (*)

Berita Terbaru