GRESIK | B-news.id - Sebuah truk dengan bermuatan kayu yang sepintas kelihatan seperti kayu yang cukup keras dan tahan lama, dan yang diampiri adalah pengusaha bahan bangunan tua dan tidak jualan kayu.
Adalah Rohman (60) pengusaha bahan bangunan yang terlihat cukup besar, terlihat batu bata numpuk yang sangat banyak.
Baca Juga: Matematika Jadi Pelajaran Menyenangkan, Peningkatan Guru Dalam Penyajian
Sebuah truk bermuatan kayu parkir beberapa meter dan masih di tepi jalan raya, salah seorang turun dari trruk dan segera menemui Rohman dengan tergesa.
Diceritakan, akan mengirim kayu ke suatu tempat di luar kabupaten tersebut, dan saat muat barang di lebihkan, sementara saat ini lagi kehabisan uang untuk membeli bahan bakar dan makan siang.
Rohman yang merasa kurang paham soal macam macam kayu dan termasuk harga masing masing macam kayu, karena sedikit kasihan dan juga naluri bisnis yang pengin untung segera menawar separo dari harga yang ditawarkan.
"Jangan separo harga pak Rohman, coba tambah sedikit, saya hanya jual kayu ukuran 6 X 12 X 400 hanya 4 kubik saja, kalau di rasa cocok dan pemasaran bagus, lusa bisa saya kirim lagi, pak Rohman pasti untung banyak," papar penjual kayu tersebut.
Baca Juga: Kawasan Kota Lama Gresik Menarik Wisatawan Mancanegara
Akhirnya disepakati harga kayu dan di bongkar serta di bayar, serta truk kayu secepatnya menghilang.
Sejam kemudian beberapa pelanggan dan tukang yang belanja di tempat Rohman, melihat ada dagangan baru berupa kayu, segera di tanya jenis kayu dan harga.
Salah satu tukang yang melihat dan memeriksa kayu segera memberi tahu Rohman, bahwa kayu tersebut tidak bisa di buat untuk bangunan rumah, selain rapuh juga tidak tahan lama, dan harga dari penjual terlalu tinggi.
Baca Juga: Sekda Gresik Dorong Industrialisasi Pertanian Berbasis Teknologi
Dan benar saja, hingga 3 bulan setiap orang yang butuh kayu ukuran tersebut, setelah memeriksa jenis kayu, berat jenis, serat kayu, akhirnya meng urungkan niat untuk membeli kayu.
"Niat untuk menambah barang dagangan serta menolong penjual kayu yang keliling, ternyata malah ketipu," ujar Rohman pada penulis. (*)
Editor : Zainul Arifin