TULUNGAGUNG | B-news.id - Masyarakat Tulungagung, terutama Kecamatan Sendang bermata-pencaharian utama sebagai peternak sapi perah. Dari usaha tersebut menghasilkan susu puluhan ton perhari.
Kelompok tani ini menjadi masyarakat produktif yang tergabung dalam KPUD Tani Wilis. Produksi susu setiap harinya mencapai puluhan ton per hari yang berkontribusi untuk perusahaan susu skala nasional.
Baca Juga: STAIM Tulungagung Luncurkan Beasiswa Spesial Diskon Biaya Studi
Komoditas susu dan kesehatan sapi perah menjadi prioritas utama bagi kelompok Tani tersebut.
Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya berinisiatif untuk memberikan edukasi mengenai penyakit infeksi baik pada ternak maupun peternaknya.
Kegiatan yang bertema “Pendampingan Kesehatan Kepada Peternak dan Pengenalan Penyakit Infeksi Ternak di KPUD Tani Wilis Tulungagung” ini menggandeng pakar dari Mikrobiologi Klinis Prof. Dr. dr. Kuntaman, MD., Sp.MK (K) yang merupakan dokter yang banyak berkecimpung di penyakit infeksi terutama resistensi antibiotik, serta Dr. Dadik Raharjo, drh., M.Kes yang merupakan ahli di bidang public health di kedokteran hewan.
Pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan pada Rabu, 20 Agustus 2025 ini, dihadiri oleh lebih dari 30 orang peternak.
Tujuan kegiatan ini memberikan pendampingan dan pengenalan penyakit infeksi, pengenalan mikroba dan antibiotik serta penyakit infeksi pada sapi perah terutama mastitis.
Kegiatan ini juga dibagikan hasil kesehatan peternak dan sapinya terutama keberadaan kuman yang resisten terhadap antibiotik pada tinja.
Baca Juga: SPPG Polres Tulungagung Resmi Beroperasi, Layani 3.047 Penerima Manfaat Makan Bergizi Gratis
Ketua pelaksana kegiatan adalah Putu Oky Ari Tania, M.Si yang merupakan dosen di FK UWKS dan mahasiswa S3 Ilmu Kedokteran di Universitas Airlangga, mengatakan, “Penyakit infeksi baik infeksi pada ternak dan manusia akan berisiko meningkatkan angka kejadian penyakit jika pencegahan tidak dilakukan dengan efektif dan akan menyedot biaya yang jauh lebih besar untuk mengobatinya,” kata Putu Oky.
Usai pemaparan sesi foto bersama. (ist)
Setelah sesi pemaparan materi, peserta diberikan waktu untuk diskusi interaktif terkait permasalahan yang sering mereka hadapi.
Pada sesi ini tidak kurang dari 10 penanya mengajukan pertanyaan yang aplikatif dan sering mereka temui di lapangan. Para peserta sangat aktif dan antusias yang terbukti dengan waktu hampir 2 jam khusus pada sesi ini.
Baca Juga: Polres Tulungagung Bekuk Tersangka dan Amankan 1,2 Kg Sabu
Salah satu peserta bertanya, “Apakah boleh menggunakan klorin di air minum sapi untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri?" tanya Dayu dari Dusun Geger.
Di akhir kegiatan dilakukan penyerahan plakat kepada Suwarto selaku Ketua Pengurus KPUD Tani Wilis oleh Prof. Kuntaman, beliau mengatakan bahwa kegiatan serupa diharapkan tetap berlanjut agar informasi terkait manajemen peternakan pada peternak terus berkembang.
Antusiasme Peserta pada masalah di peternakannya dapat terjawab secara teknis dengan kehadiran pada narasumber. Kegiatan di akhiri dengan foto bersama di depan unit produksi silase jagung yang merupakan unit produksi dari KPUD.
Kegiatan ini berlangsung dengan dukungan penuh dari Fakultas kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.(*)
Editor : Zainul Arifin