Semarak Empat Tahun BEN Carnival Kota Blitar, Wali Kota Syauqul Muhibin Tekankan Pesan Bung Karno

avatar Sunyoto
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibin, tampak hadir langsung memimpin jalannya perayaan Semarak Empat Tahun BEN Carnival Kota Blitar. (ist)
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibin, tampak hadir langsung memimpin jalannya perayaan Semarak Empat Tahun BEN Carnival Kota Blitar. (ist)

BLITAR | B-news.id - Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang Jalan Merdeka, Kota Blitar, Sabtu (23/8/2025) pagi. Mereka antusias menyaksikan helatan akbar empat tahun Blitar Ethnic Nasional (BEN) Carnival 2025 yang menghadirkan parade seni dan budaya Nusantara dengan kemegahan spektakuler.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibin, tampak hadir langsung memimpin jalannya perayaan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur karena Kota Blitar bisa kembali menghadirkan karya besar bangsa di momentum spesial ini.

Baca Juga: Wali Kota Blitar Syauqul Muhibin Pimpin Rakor Percepatan Pembangunan Gerai dan Gudang KKMP di 21 Kelurahan

“Alhamdulillah kita bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat, tentu untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 80 dan empat tahun Blitar Ethnic Nasional Carnival. Ini adalah persembahan mahakarya Indonesia dari Kota Blitar untuk Nusantara,” ujar Syauqul.

Ia menegaskan, Blitar bukanlah kota biasa. Menurutnya, Blitar memiliki jejak panjang dalam sejarah bangsa Indonesia sejak abad ke-17. “Kota Blitar pernah menjadi bagian penting dalam perang Surakarta atau Perang Mataram. Meski pada saat itu kita kalah dan harus diserahkan ke Belanda, tetapi catatan sejarah menunjukkan betapa gigihnya perlawanan dari tanah ini,” ungkapnya.

Syauqul juga mengingatkan kembali peristiwa heroik menjelang kemerdekaan, yakni pemberontakan tentara PETA di Blitar yang dipimpin oleh Sudanco Supriyadi. “Itu adalah perlawanan pertama melawan tentara Jepang di Indonesia. Banyak pejuang yang ditangkap, bahkan dieksekusi. Dari sini kita belajar, Blitar benar-benar kota Patria, kota pejuang,” tuturnya disambut tepuk tangan hadirin.

Tak berhenti di sana, Syauqul juga mengaitkan Kota Blitar dengan sosok Proklamator Bung Karno. Ia menyebut, Blitar menjadi tempat tinggal hingga peristirahatan terakhir Sang Putra Fajar.

“Bung Karno dan keluarganya pernah lama tinggal di sini. Beliau akhirnya juga dimakamkan di Blitar. Maka wajar jika kita menyebut kota ini istimewa, kota yang menumbuhkan para pahlawan,” katanya.

Syauqul lantas mengingatkan, salah satu tokoh penting menjelang proklamasi, Sukarni—yang menjadi penggerak penculikan Bung Karno ke Rengasdengklok—juga lahir di Blitar. “Artinya, kemerdekaan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran orang-orang Blitar,” tegasnya.

Di hadapan ribuan masyarakat, Syauqul menyampaikan pesan Bung Karno yang relevan hingga hari ini. “Bung Karno pernah berpesan: kalau kita ingin jadi orang Hindu, jangan jadi orang India. Kalau kita ingin jadi orang Islam, jangan jadi orang Arab. Kalau kita ingin jadi orang Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah menjadi orang Indonesia dengan adat dan budaya Nusantara,” ucapnya menirukan pesan Bung Karno.

Baca Juga: Wali Kota Blitar Syauqul Muhibin: Hari Pahlawan Harus Menyalakan Semangat Muda Menghadapi Tantangan Zaman

Menurutnya, pesan tersebut harus menjadi pegangan generasi penerus bangsa, terutama warga Blitar. “Ini pesan luar biasa untuk kita yang mengisi kemerdekaan. Kita boleh maju, kita boleh modern, tapi jangan sekali-kali meninggalkan budaya dan jati diri bangsa,” tegas Syauqul.

Tahun ini, BEN Carnival mengangkat tema “The Magnificent of Indonesia”. Melalui tema tersebut, Pemerintah Kota Blitar ingin menunjukkan wajah baru Blitar yang maju dan berorientasi masa depan, tanpa meninggalkan akar budaya.

“BEN Carnival adalah wadah untuk menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus menanamkan nilai-nilai nasionalisme melalui seni dan budaya. Ini adalah ruang bagi anak muda Blitar untuk berekspresi, berkarya, sekaligus mencintai bangsanya,” papar Syauqul.

Ia menambahkan, perayaan ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman. “Hari ini kita rayakan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi kekuatan sejati bangsa Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, dari Aceh hingga Papua, kita tampilkan budaya dengan penuh kebanggaan,” imbuhnya.

Baca Juga: Tenaga Medis Tolak Rencana Wali Kota Blitar Pangkas Jasa Medis RSUD Mardi Waluyo: Jangan Ulangi Gejolak 10 Tahun Lalu!

BEN Carnival 2025 juga disebut selaras dengan ajaran Trisakti Bung Karno. Menurut Syauqul, dengan berkesenian dan berbudaya, masyarakat bisa menggerakkan ekonomi, memperkuat identitas, sekaligus mengukir peradaban yang membanggakan.

“Kota Blitar boleh maju dan terus berkembang, tetapi kemajuan itu tidak boleh membuat kita lupa jati diri bangsa yang adiluhur. Melalui karnaval ini, kita membuktikan bahwa budaya lokal, nasional, hingga internasional bisa bersinergi untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya penuh semangat.

Acara ini juga mendapat perhatian dari berbagai pihak. Hadir perwakilan Kementerian Pariwisata RI, jajaran Forkopimda, OPD di lingkungan Pemkot Blitar, serta tokoh masyarakat yang turut memberikan dukungan.

Warga yang hadir pun tak henti-hentinya memberikan apresiasi. Parade kostum megah, tarian tradisional, hingga pertunjukan musik etnik Nusantara, membuat suasana BEN Carnival 2025 menjadi lautan warna-warni budaya yang menggetarkan Kota Blitar.(*)

Berita Terbaru