Wamen Pertanian RI Resmikan Instalasi Biogas PT Greenfields, Wujud Nyata Energi Bersih dari Blitar

avatar Sunyoto
Wakil Menteri (wamen) Pertanian Republik Indonesia, Harvick Hasnul Qolbi Sudaryono, saat berkunjung ke Biogas PT Greenfields Indonesia di Kabupaten Blitar pada Rabu (30/07/2025). (ist).
Wakil Menteri (wamen) Pertanian Republik Indonesia, Harvick Hasnul Qolbi Sudaryono, saat berkunjung ke Biogas PT Greenfields Indonesia di Kabupaten Blitar pada Rabu (30/07/2025). (ist).

BLITAR | B-news.id - Sebuah langkah besar dalam pengembangan energi terbarukan kembali lahir dari Kabupaten Blitar.

Kali ini, PT Greenfields Indonesia Dairy Farm 2 mendapat kehormatan dikunjungi Wakil Menteri (wamen) Pertanian Republik Indonesia, Harvick Hasnul Qolbi Sudaryono, pada Rabu (30/07/2025).

Baca Juga: Ormas BIDIK Demo Soroti Ketimpangan Wilayah di  Kabupaten Blitar 

Kunjungan ini sekaligus menandai peresmian Instalasi Biogas yang dibangun di kawasan peternakan sapi perah milik perusahaan tersebut.

Di tengah isu lingkungan yang semakin mendesak, kehadiran instalasi biogas ini menjadi angin segar. Instalasi tersebut dirancang untuk mengolah limbah ternak menjadi energi bersih, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta mendukung ekonomi sirkular di sektor peternakan. PT Greenfields Indonesia membuktikan bahwa sektor agribisnis juga mampu bersaing dalam inovasi ramah lingkungan.

Peresmian yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blitar. Tampak hadir Wakapolres Blitar Kompol Fadillah L.K. Panara, S.IP., S.I.K., M.M., Komandan Kodim 0808/Blitar, Wakil Wali Kota, Kepala Kejaksaan Negeri, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antarlembaga dalam mendukung transformasi energi di daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pertanian RI menyampaikan rasa bangganya terhadap kemajuan sektor peternakan di Blitar. Ia menegaskan bahwa inovasi seperti biogas bukan hanya solusi terhadap limbah, tapi juga menjadi peluang ekonomi baru di pedesaan.

"Ini bukan sekadar teknologi, tapi lompatan menuju pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan," ujar Harvick di depan para tamu undangan.

Ia juga berharap agar langkah Greenfields dapat menginspirasi daerah lain. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam menghasilkan energi alternatif berbasis pertanian, terutama melalui pemanfaatan limbah organik dari peternakan. "Kalau Blitar bisa, daerah lain pun pasti bisa," tambahnya dengan penuh optimisme.

Tak hanya menjadi solusi lingkungan, instalasi biogas ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Energi yang dihasilkan dapat digunakan untuk kebutuhan operasional peternakan, bahkan sebagian dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat setempat. Efisiensi energi dan pengelolaan limbah yang tepat pun tercapai sekaligus.

Direktur Operasional PT Greenfields Indonesia, dalam kesempatannya, memaparkan bahwa proyek biogas ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menciptakan peternakan berwawasan lingkungan.

Baca Juga: ADD 2026 Menurun, Kades dan Perangkat Desa se-Blitar Gelar Hearing dengan DPRD

“Kami ingin menjadi pionir dalam peternakan hijau. Teknologi ini memungkinkan kami untuk tidak hanya memproduksi susu, tetapi juga energi,” jelasnya.

Greenfields Indonesia Dairy Farm 2 sendiri dikenal sebagai salah satu peternakan sapi perah terbesar dan modern di Asia Tenggara. Ribuan ekor sapi dipelihara di kawasan ini, menghasilkan susu segar berkualitas tinggi setiap harinya.

Dengan volume produksi yang tinggi, tantangan pengelolaan limbah pun menjadi isu yang harus dijawab dengan teknologi mutakhir.

Masyarakat sekitar pun turut merasakan manfaat dari proyek ini. Selain mengurangi dampak bau dan pencemaran, instalasi biogas juga menciptakan lapangan kerja baru serta membuka ruang edukasi bagi petani dan peternak lokal. Banyak pihak melihat langkah ini sebagai bentuk konkret tanggung jawab sosial dan lingkungan dari sektor swasta.

Peresmian berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Para tamu diajak melihat langsung instalasi pengolahan biogas serta menyaksikan demonstrasi bagaimana limbah ternak diubah menjadi energi.

Baca Juga: Lansia Tewas Tertabrak KA di Garum Blitar

Teknologi ini diyakini akan membawa dampak jangka panjang bagi pembangunan pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga lestari.

Usai peresmian, rombongan Wakil Menteri Pertanian melanjutkan diskusi tertutup bersama pemerintah daerah dan manajemen Greenfields untuk membahas peluang pengembangan teknologi serupa di wilayah lain.

Pemerintah pusat menyatakan siap memberikan dukungan regulasi dan fasilitasi investasi untuk proyek-proyek hijau seperti ini.

Kabupaten Blitar kembali membuktikan diri sebagai salah satu daerah yang tidak hanya kuat di sektor pertanian dan peternakan, tetapi juga progresif dalam menyongsong masa depan energi.

Di tengah upaya nasional untuk transisi menuju energi bersih, langkah kecil dari Blitar ini menjadi pijakan besar menuju Indonesia yang lebih hijau.(*)

Berita Terbaru