Remaja Desa Purworejo Blitar Hilang Terseret Arus Sungai Brantas

avatar Sunyoto
Warga berkerumun untuk mencari korban yang hilang terseret arus. (ist)
Warga berkerumun untuk mencari korban yang hilang terseret arus. (ist)

BLITAR | B-news.id -  Seorang remaja berusia 18 tahun dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Brantas di wilayah Kabupaten Blitar pada Selasa sore, 27 Mei 2025.

Korban diketahui bernama Mohammad Daffa Nur Ilham Mahsuf, warga Dusun Gendong, Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon.

Baca Juga: Ormas BIDIK Demo Soroti Ketimpangan Wilayah di  Kabupaten Blitar 

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ketika korban sedang berenang bersama tiga orang rekannya. Di antara ketiga rekan tersebut, terdapat adik kandung korban Irlam Ahmad yang masih berusia 13 tahun. Mereka memilih Sungai Brantas sebagai tempat bermain air di sore hari.

Awalnya, korban berenang dari sisi utara sungai menuju sisi selatan tanpa menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Ia sempat berhasil mencapai tepian selatan dan kemudian mencoba kembali menyeberang ke arah utara.

Namun nahas, di tengah perjalanan kembali, korban diduga mengalami kelelahan fisik yang cukup berat. Ia kemudian berusaha menepi ke arah selatan, tetapi kondisi tubuhnya yang sudah kehabisan tenaga membuat usahanya sia-sia.

Arus sungai yang cukup deras di musim penghujan tampaknya memperparah situasi. Korban akhirnya terseret oleh derasnya aliran air Sungai Brantas dan tidak terlihat kembali ke permukaan.

Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan korban termasuk sang adik langsung melaporkan peristiwa itu kepada warga sekitar. Kepanikan sempat terjadi saat warga menyadari bahwa korban tidak kunjung muncul ke permukaan setelah beberapa menit.

Baca Juga: ADD 2026 Menurun, Kades dan Perangkat Desa se-Blitar Gelar Hearing dengan DPRD

"Saya sempat meneriaki, ternyata tidak muncul, membuat saya semakin panik," ujar salah satu warga yang ada di lokasi. 

Pihak keluarga bersama warga kemudian segera melaporkan insiden ini kepada aparat kepolisian setempat. Respon cepat dilakukan dengan menghubungi tim SAR gabungan untuk segera melakukan upaya pencarian.

Hingga saat ini, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu karet dan alat bantu lainnya.

Kondisi arus Sungai Brantas yang deras menjadi kendala tersendiri dalam proses pencarian. Tim SAR tetap berupaya maksimal meski kondisi cuaca dan medan cukup menantang.

Baca Juga: Lansia Tewas Tertabrak KA di Garum Blitar

Warga sekitar pun turut membantu dengan memberikan informasi untuk tim yang bertugas. Lokasi kejadian kini menjadi pusat perhatian masyarakat setempat yang berharap korban segera ditemukan.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan air di wilayah tersebut, terutama di kalangan remaja yang kerap bermain di sungai tanpa pengawasan yang memadai. Sungai Brantas yang tampak tenang di permukaan ternyata menyimpan potensi bahaya yang besar.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, untuk lebih berhati-hati dan menghindari aktivitas berenang di sungai tanpa pendampingan orang dewasa. Upaya edukasi keselamatan air dinilai penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.(*)

Berita Terbaru