Bapak, Superhero Kehidupan yang Mengajarkan Etika 

avatar Redaksi
Foto Revani bersama Bapak (Sumber: @revanimei_)
Foto Revani bersama Bapak (Sumber: @revanimei_)

Feature

Oleh Revani Meiliana
21 Mei 2025 15.00 WIB

Baca Juga: Ibu, Madrasahku: Pelajaran Hidup dan Etika dari Sosok Terhebat

BOGOR | B-news.id - Rumah terasa sunyi, hanya diiringi detak jam dinding yang berdetak lambat, seperti irama jantung yang berdebar menahan kesedihan. Kehilangan Ibu seperti kehilangan matahari yang menerangi hari-hari, meninggalkan langit yang kelabu dan hampa. Namun, di tengah kesunyian dan kelabu itu, ada sosok yang tetap berdiri tegak, menjadi benteng penjaga, Bapak. 

Tak hanya mengemban tanggung jawab seorang Bapak, bagiku ia adalah superhero dalam kehidupan putri bungsunya. Setelah kepergian sang Istri tercinta, ia mengajarkan arti kehidupan yang sesungguhnya, menanamkan nilai-nilai etika yang tak ternilai harganya, dan membuktikan bahwa kasih sayang seorang Bapak juga mampu melampaui luasnya samudra. 

Sikapnya memang pendiam dan terkesan cuek. Namun di balik itu tersimpan kepedulian yang begitu dalam, seperti samudra yang tenang namun menyimpan kekuatan yang dahsyat, sebuah cinta yang terbungkus rapi dalam diamnya. Cinta yang hanya bisa dipahami oleh hati yang peka dan mengerti.

Namun, Bapak menunjukkan kekuatan yang lahir dari cinta dan tanggung jawab yang begitu besar. Ia bukan hanya memikul beban kehilangan yang berat, beban yang seakan-akan menghancurkannya, tetapi juga berdiri kokoh sebagai kepala keluarga, menjadi tulang punggung bagi putri bungsunya yang masih menempuh pendidikan di bangku kuliah.

Bagaimana ia bisa melakukannya? Bagaimana ia mampu menjadi pelindung, penasihat, dan sahabat untuk anak perempuannya? Bagaimana cara ia terlihat kuat, tegar, tangguh di depan anak-anaknya? Sementara hatinya juga sesekali merasa sedih dan rapuh ketika teringat Istri yang telah pergi mendahuluinya.

Pertanyaan ini seringkali terbersit dalam pikiranku, membuatku kagum akan kekuatan luar biasa yang tersembunyi di balik keteguhan hatinya. Sikap Bapak mengajarkan pentingnya kesabaran dan kebijaksanaan dalam menghadapi cobaan hidup. Dari sini kita belajar bahwa kesabaran dan kebijaksanaan adalah kunci untuk mengatasi kesulitan.

Kehangatan, Kasih Sayang, dan Penerapan Nilai Etika

Setiap pagi, sentuhan lembut Bapak di pundak membangunkanku dari tidur lelapku, bukan teriakan atau suara keras yang dapat membuatku terkejut dan merasa tertekan. Sentuhan lembut itu menunjukkan kasih sayang yang begitu besar, mengingatkanku akan kedalaman cinta dan kepedulian yang dahulu juga pernah Ibu berikan. 

Hubungan aku dan Bapak terasa dekat, kami sering menghabiskan waktu bersama, makan bersama di pagi hari, hal yang sederhana namun terasa begitu hangat. Kami juga sering menghabiskan waktu luang untuk menonton televisi, menciptakan suasana yang penuh keceriaan dan kehangatan. 

Bapak selalu mengantarku pergi kuliah setiap hari, dan selalu siap mengantarku kemanapun aku pergi, tanpa pernah mengeluh. Ini menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari kemewahan, tetapi juga kesederhanaan dan kebersamaan. 

Bapak selalu ada untukku, selalu membersamai dan mendukungku dalam setiap langkahku. Kedekatan ini menunjukkan pentingnya waktu berkualitas dan hubungan yang harmonis dengan keluarga, mengajarkan akan pentingnya komunikasi dan kebersamaan yang paling berharga dalam hubungan keluarga.

Saat ini, Bapak meneruskan warung sembako milik Ibu, warung sembako yang telah ada sejak aku kecil, warung sembako yang penuh kenangan indah tentang Ibu. Kami berdua menjaga warung itu bersama, sebuah usaha kecil yang dipenuhi dengan keringat dan kerja keras Bapak, dan juga sebuah kenang-kenangan berharga dari Ibu. 

Kasih sayang Bapak begitu besar dan tak pernah pudar, menghiasi setiap hariku dengan kehangatan dan kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Sikap Bapak menunjukkan pentingnya tanggung jawab dan kasih sayang keluarga yang begitu besar.

Keteladanan yang Bermakna dan Implementasi Nilai-Nilai Etika

Bapak mengajarkan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan hormat kepada orang lain, ini juga merupakan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Ibu. Namun, cara Bapak menyampaikannya berbeda. Bimbingan Bapak lebih tegas, tetapi di balik ketegasannya tersimpan kasih sayang yang begitu mendalam, kasih sayang yang begitu besar dan tak terkira. 

Meskipun terkesan cuek dan pendiam, Bapak mengajarkan melalui contoh dan tindakan nyata, keteladanan yang tak terbantahkan, keteladanan yang jauh lebih bermakna daripada seribu kata-kata motivasi yang indah tetapi hampa. Perhatian Bapak yang terselubung dalam sikap pendiamnya justru membuat aku merasa lebih dihargai, diayomi, dicintai dan dihargai, serta lebih merasa aman dan terlindungi. 

Sejak kecil, Bapak mengajari aku membedakan mana yang benar dan mana yang salah, bukan hanya dalam konteks akademik, melainkan dalam kehidupan sehari-hari, dalam berbagai situasi dan kondisi yang kompleks dan menantang. Bapak mengajarkan kejujuran, bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun, kejujuran sebagai fondasi kehidupan yang kokoh dan bermartabat. 

Jika aku berbohong, Bapak akan menjelaskan konsekuensinya dengan sabar, mengajari aku bertanggung jawab atas setiap perkataan dan perbuatan, membuat aku mengerti bahwa kejujuran adalah kunci dari kepercayaan dan hubungan yang dipenuhi dengan rasa hormat dan saling menghargai. 

Bapak mendengarkan keluh kesahku dengan sabar, memahami perasaanku dengan tulus, memberi nasihat bijak dan penuh hikmah, membantu aku menemukan solusi, membimbing aku hingga menemukan jalan keluar, menuntun aku menuju cahaya di tengah kegelapan. Bapak mengajarkan pentingnya ketabahan dan optimisme dalam menghadapi kesulitan, bahwa kesulitan adalah bagian dari hidup dan ketabahan adalah kunci untuk mengatasinya.

Meskipun dengan cara yang terkesan sederhana dan tanpa banyak kata-kata, namun ajaran Bapak begitu efektif dan berkesan, menancap kuat dalam sanubariku, menjadi pedoman hidupku hingga saat ini dan selamanya. Ajaran ini menekankan pentingnya tanggung jawab atas setiap tindakan, bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

Bapak tak pernah menunjukkan rasa lelahnya. Ia selalu berusaha memberikan yang terbaik, pengorbanannya yang tak terhingga, pengorbanan yang tak akan pernah mampu kubalas. Pengorbanan Bapak menunjukkan nilai luhur pengabdian dan keikhlasan, mengajarkan pentingnya pengorbanan dan perjuangan dalam keluarga.

Harapan untuk Masa Depan yang Cerah dan Implementasi Nilai-Nilai Etika

Bapak tidak hanya mengajarkan etika, tetapi juga arti kehidupan yang sesungguhnya, mengajariku bagaimana menghargai setiap momen berharga, bagaimana menghargai setiap kesempatan yang ada, bagaimana selalu bersyukur atas apa yang telah dimiliki, dan bagaimana untuk tidak pernah putus asa dalam menghadapi cobaan hidup yang berat dan penuh tantangan. 

Bapak mengajarkan aku untuk selalu menjadi pribadi yang baik, bermanfaat bagi orang lain, dan yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai luhur yang akan selalu menjadi penuntun jalanku di masa depan. Semua itu disampaikannya lewat tindakan, bukan hanya sekadar kata-kata manis yang tak masuk logika. 

Meskipun terkesan pendiam dan sederhana, namun kasih sayang Bapak begitu terasa, menembus batin dan menyentuh jiwa, menghiasi setiap langkahku dengan kehangatan dan kekuatan yang tak tergoyahkan. Bapak mengajarkan pentingnya empati dalam kehidupan, bahwa hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.

Terima kasih, Bapak Zethirwanto, atas segala perjuangan, kekuatan, dan ketangguhanmu yang tak terhingga. Terima kasih atas kasih sayang dan ajaran etika yang telah kau tanamkan dalam hatiku, ajaran yang akan selalu menjadi pedoman hidupku. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan kesehatan-Nya kepadamu, memperpanjang umur dan menambah keimananmu.

Kisah ini bukan hanya untukku, tetapi juga untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya menghormati dan menyayangi orang tua selagi mereka masih ada. Semoga kelak aku bisa membalas semua pengorbanan dan kasih sayang Bapak, menjadi pribadi yang baik dan selalu membanggakan Bapak. 

Sikap bersyukur dan penghargaan kepada orang tua merupakan nilai etika yang penting, mengajarkan pentingnya menghormati dan menyayangi orang tua. Dari kisah ini, kita dapat mengambil pesan moral tentang pentingnya kekeluargaan, ketahanan mental, dan pentingnya mencari hikmah dari setiap cobaan hidup.(*) 

Berita Terbaru