BLITAR | B-news.id - Suasana duka menyelimuti Desa Maron, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, setelah seorang pemuda bernama Safrian Adinata (21) dilaporkan hilang diduga tenggelam di aliran Sungai Brantas, Senin (7/4/2025) siang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat korban tengah mencari ikan bersama delapan orang rekannya.
Baca Juga: Ormas BIDIK Demo Soroti Ketimpangan Wilayah di Kabupaten Blitar
Menurut keterangan saksi di lokasi, awalnya Safrian bersama teman-temannya sedang mencari ikan di sekitar tepian Sungai Brantas. Cuaca saat itu cerah, dan arus sungai tampak cukup deras. Di tengah aktivitasnya, korban memutuskan untuk berenang dari sisi utara sungai menuju sisi selatan.
Namun nahas, ketika berada di tengah-tengah sungai, tubuh korban terlihat mulai kelelahan. Beberapa rekannya menyaksikan langsung saat Safrian mulai panik, kehilangan keseimbangan, dan tampak kehabisan nafas di tengah derasnya arus sungai. Tak lama kemudian, tubuhnya menghilang dari permukaan air.
Rekan-rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun derasnya arus membuat usaha penyelamatan menjadi sulit. Mereka akhirnya bergegas meminta bantuan warga sekitar dan melapor ke pihak berwenang. Tim SAR gabungan bersama warga segera diterjunkan untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian.
Baca Juga: ADD 2026 Menurun, Kades dan Perangkat Desa se-Blitar Gelar Hearing dengan DPRD
Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Brantas di wilayah Desa Selokajang. Petugas menggunakan perahu karet dan peralatan penyelaman untuk menyisir bagian sungai yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam. Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung dan belum membuahkan hasil.
Keluarga korban terlihat sangat terpukul dengan kejadian ini. Safrian dikenal sebagai sosok yang ramah dan suka membantu warga sekitar. Ia adalah warga RT 02 RW 02, Desa Maron, . Sehari-hari, Safrian dikenal gemar memancing dan cukup mahir berenang, sehingga peristiwa ini mengejutkan banyak pihak.
Warga sekitar pun turut membantu dengan berjaga di sekitar sungai, berharap ada tanda-tanda keberadaan korban. Sementara itu, pihak kepolisian juga melakukan pendataan dan mengumpulkan informasi dari para saksi untuk memastikan kronologi kejadian secara lebih rinci.
Baca Juga: Lansia Tewas Tertabrak KA di Garum Blitar
Pihak keluarga dan warga berharap Safrian bisa segera ditemukan, apapun kondisinya. Doa pun terus dipanjatkan agar pencarian ini bisa segera menemukan titik terang dan memberikan kejelasan bagi keluarga yang tengah menunggu dalam kecemasan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama jika kondisi arus cukup deras. Meski berenang sudah menjadi kebiasaan di daerah aliran sungai, keselamatan tetap menjadi hal utama yang harus diperhatikan.(*)
Editor : Zainul Arifin