Remaja 17 Tahun Tewas Terseret Arus di Dam Sungai Berut Kanogoro Blitar

avatar Sunyoto
tim SAR dan BPBD saat mencari korban tenggelam. (ist)
tim SAR dan BPBD saat mencari korban tenggelam. (ist)

BLITAR | B-news.id - Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun diduga terseret arus dan tenggelam di Dam Sungai Berut, Dusun Jatinom, Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, pada Kamis (4/4/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kejadian ini mengejutkan warga sekitar yang berusaha memberikan pertolongan namun tidak berhasil menyelamatkan korban.

Baca Juga: Ormas BIDIK Demo Soroti Ketimpangan Wilayah di  Kabupaten Blitar 

Korban diketahui bernama IE, seorang pelajar asal Desa Curah Lele, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember.

Menurut keterangan saksi, sebelum kejadian, korban bersama dua temannya, Ukasa Elfata (15) dan Syafi (11), bermain di sekitar dam sungai tersebut.

Saat itu, korban mencoba berenang di aliran sungai, meskipun ia tidak memiliki kemampuan berenang yang baik. Arus yang cukup deras membuatnya kesulitan untuk bertahan di air.

Salah satu saksi, Ukasa Elfata, sempat mencoba menolong korban, namun ikut terseret arus dan tidak mampu menyelamatkannya. Karena panik, saksi kemudian meminta bantuan kepada seorang pemancing yang kebetulan berada di sekitar lokasi, namun pemancing tersebut juga tidak bisa berenang.

Baca Juga: ADD 2026 Menurun, Kades dan Perangkat Desa se-Blitar Gelar Hearing dengan DPRD

Saksi akhirnya berlari mencari bantuan warga sekitar. Sayangnya, sebelum pertolongan datang, korban sudah tenggelam dan hilang di aliran sungai.

Mendapat laporan kejadian ini, Kapolsek Kanigoro AKP Sony Suhartanto, S.H., M.H. bersama timnya segera mendatangi lokasi kejadian.

Tim yang terdiri dari Unit Reskrim Polsek Kanigoro, petugas jaga, piket Reskrim, serta BPBD langsung melakukan pencarian dan pemeriksaan saksi di tempat kejadian.

Baca Juga: Lansia Tewas Tertabrak KA di Garum Blitar

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga meninggal dunia akibat terseret arus sungai yang cukup kuat. Pihak kepolisian dan BPBD telah melakukan upaya pencarian terhadap korban yang sampai saat ini belum diketemukan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, untuk lebih berhati-hati saat bermain di sekitar perairan, terutama di tempat-tempat yang memiliki arus deras dan tidak aman untuk berenang.

Pihak berwenang juga mengimbau agar warga lebih waspada dan segera melapor jika melihat situasi berbahaya di lingkungan sekitar.(*)

Berita Terbaru