Dua Penambang Pasir di Kaliputih Tertimbun Longsor, Pencarian Masih Berlangsung

avatar Sunyoto
Dua Penambang Pasir di Kaliputih Tertimbun Longsor, Pencarian Masih Berlangsung. (ist)
Dua Penambang Pasir di Kaliputih Tertimbun Longsor, Pencarian Masih Berlangsung. (ist)

BLITAR | B-news.id - Dua penambang pasir tradisional tertimbun longsoran tebing di kawasan Sungai Kaliputih, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, pada Minggu (16/2/2025) siang.

Kedua korban, NK (45) warga Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, dan RM (31) warga Dusun Bulu, Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, hingga malam hari masih dalam proses pencarian.

Baca Juga: Ormas BIDIK Demo Soroti Ketimpangan Wilayah di  Kabupaten Blitar 

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Kedua korban saat itu sedang mencari pasir dan batu secara tradisional di aliran Sungai Kaliputih.

Mereka menggali pasir dengan cara membuat lubang atau kantongan di dekat tebing setinggi sekitar 50 meter.

Saat sedang menaikkan pasir ke atas, tiba-tiba terjadi longsor dari tebing tersebut, menimbun mereka di dalam lubang yang mereka gali.

Saksi mata di lokasi kejadian, Khoirul (36), Parman (39), dan Heri (48), segera berupaya memberikan pertolongan.

Mereka langsung memberi tahu warga sekitar dan mencoba menggali tanah dengan alat seadanya.

Namun, karena material longsoran cukup tebal, proses evakuasi tidak dapat dilakukan dengan cepat. Warga kemudian meminta bantuan alat berat untuk mempercepat pencarian korban.

Menurut keterangan warga setempat, kedua korban memang setiap hari bekerja sebagai pencari pasir tradisional di aliran Sungai Kaliputih.

Mereka biasanya mencari pasir dan batu sebagai mata pencaharian utama untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Aktivitas ini sudah sering dilakukan, namun kondisi tebing yang labil ternyata membawa risiko besar.

Petugas dari kepolisian, bersama tim penyelamat dan warga, terus berupaya melakukan pencarian. Alat berat berupa ekskavator dan mesin semprot diesel dikerahkan untuk menggali longsoran tanah.

Namun, pencarian tidak berjalan mudah karena kondisi tanah yang masih labil dan cuaca yang kurang mendukung.

Kasubsi PIDM Si Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi, menyampaikan bahwa hingga pukul 19.50 WIB, kedua korban masih belum ditemukan.

Baca Juga: ADD 2026 Menurun, Kades dan Perangkat Desa se-Blitar Gelar Hearing dengan DPRD

Upaya pencarian sempat dihentikan sementara karena hujan yang turun membuat kondisi semakin berbahaya.

Tim penyelamat khawatir longsoran susulan bisa terjadi jika pencarian tetap dilanjutkan di tengah cuaca yang kurang bersahabat.

Dugaan sementara, longsor terjadi karena struktur tanah di tebing tersebut sangat labil. Tebing ini terdiri dari material pasir Gunung Kelud, yang mudah mengalami longsor jika digali secara manual.

Selain itu, aktivitas penggalian pasir di bawah tebing juga melemahkan struktur tanah, sehingga tebing menjadi rawan runtuh kapan saja.

Warga sekitar mengaku kejadian ini bukan pertama kalinya terjadi di daerah tersebut. Beberapa tahun lalu, insiden serupa juga pernah menimpa pencari pasir.

Namun, kali ini situasinya lebih parah karena korban tertimbun dalam jumlah material yang cukup besar.

Pihak kepolisian telah mengambil beberapa langkah setelah menerima laporan kejadian ini. Langkah-langkah tersebut meliputi mendatangi lokasi kejadian, mencatat keterangan saksi, membantu proses pencarian korban, dan melaporkan perkembangan kepada pimpinan untuk koordinasi lebih lanjut.

Baca Juga: Lansia Tewas Tertabrak KA di Garum Blitar

Sejumlah warga yang ikut dalam pencarian berharap kedua korban bisa segera ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun tidak.

Mereka juga mengingatkan agar penambang pasir lainnya lebih berhati-hati saat mencari pasir di sekitar tebing yang rawan longsor.

Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan segera mengambil tindakan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah melarang penggalian pasir di lokasi-lokasi yang rawan longsor atau memberikan edukasi kepada warga mengenai bahaya aktivitas penambangan pasir secara manual di sekitar tebing yang tidak stabil.

Meskipun sudah ada peringatan sebelumnya, kenyataannya banyak warga tetap nekat mencari pasir di tempat-tempat berisiko tinggi. Hal ini terjadi karena terbatasnya pilihan pekerjaan lain, sehingga mereka tetap menjalankan aktivitas tersebut meski tahu bahayanya.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih berusaha melanjutkan pencarian. Jika cuaca memungkinkan, pencarian akan kembali dilakukan dengan menggunakan alat berat dan tenaga manusia untuk mempercepat proses evakuasi.

Semua pihak berharap agar korban bisa segera ditemukan dan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang.(*)

Berita Terbaru