BLITAR | B-news.id - Desa Kotes merupakan sebuah desa yang terletak di wilayah kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar Jawa Timur. Perihal terbentuknya Desa Kotes hingga sekarang sulit diketahui secara pasti kapan awal berdirinya desa ini.
Namun mengacu pada prasasti di Candi Kotes sekitar tahun Caka 1222 - 1223 atau 1300 - 1301 Masehi semasa pemerintahan Raden Wijaya, raja Majapahit pertama, tahun 1293 - 1309, desa Kotes sudah ada, dan desa asli Indonesia, bukan bentukan pemerintah Belanda.

Konon katanya, Candi Kotes merupakan pemberian hadiah dari Raden Wijaya, raja Majapahit, kepada penduduk setempat yang dianggap berjasa membantu R. Wijaya ketika mengadakan peperangan melawan Kerajaan Kediri yang dimenangkan oleh R. Wijaya bersama bala bantuannya.
Desa Kotes secara administratif mempunyai 2 dusun yakni dusun Semanding, dan dusun Kotes terbagi menjadi 3 RW dan 13 RT.dengan batas wilayah sebelah Utara Desa Sukosewu, sebelah Selatan Desa Gondang, sebelah barat Desa Sumberagung dan sebelah Timur Desa Tambakan.
Kepala Desa Kotes Maryana SE, kepada wartawan mengatakan, asal usul nama Kotes menurut keterangan para sesepuh desa yang dipercaya masyarakat sampai sekarang, berawal dari adanya sumber mata air yang setiap tiba pada musim penghujan selalu banyak ikan kecil-kecil yang orang-orang mengatakan ikan kecil itu namanya kotesan (anak Cengor).
"Pemberian nama Kotes pada dasarnya adalah, ada sebuah sumber mata air yang muncul setiap musim penghujan dan selalu muncul ikan kecil yaitu anak dari ikan Cengor namanya Kotesan, maka dijadikanlah sebuah nama desa yang sampai saat ini tetap melekat dalam sanubari kita, tidak lain adalah Desa Kotes," kata Maryana.
Lebih lanjut Kepala Desa mengatakan, cikal bakal berdirinya Desa Kotes ada tiga tokoh penting yang sangat dihormati oleh warga masyarakat, yang pertama Ki Ageng Sentanu, Mbah Onggo Leksono, dan Mbah Hasan Duriyat.
"Menurut keyakinan saya bersama masyarakat, orang yang pertama babad desa ini adalah Ki Ageng Sentanu, yang disusul oleh Mbah Onggo Leksono yang makamnya ada di dusun Semanding, selanjutnya Mbah Hasan Duriyat, Sedangkan Ki Ageng Sentanu sampai saat ini tidak diketahui dimana makamnya, menurut cerita orang-orang terdahulu Ki Ageng Sentanu itu menghilang atau moksa, " ungkapnya.
Ditambahkan Maryana, sejak berdirinya pemerintahan Desa Kotes ada nama-nama yang tercatat pernah menjabat Kepala Desa di Desa Kotes.
1 Pada tahun 1870 s/d 1899 di jabat oleh Mbah Bagong.
2. Pada tahun 1900 s/d 1919 di jabat oleh Surontono.
3. Pada tahun 1920 s/d 1931 di jabat oleh Mangun Karyo.
4. Pada tahun 1970 S/d 1998 di jabat oleh Imam Badjuri.
5. Pada tahun 1999 s/d 2007 di jabat oleh Dra Rini Handayani.
6. Pada tahun 2007 s/d 2019 di jabat oleh Edy Slamet
7. Pada tahun 2020 s/d sekarang di jabat oleh Maryana SE.
Sejak berdirinya sebuah desa yang diakui oleh pemerintah, dari masa ke masa desa Kotes menjadi desa yang tumbuh dan berkembang menjadi desa yang mampu mensejajarkan diri dengan desa lain, pada pemenuhan kebutuhan dasar layanan kepada masyarakatnya. (sunyoto)
Editor : Redaksi