BLITAR | B-news id - Menjelang akhir tahun 2024, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Blitar bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang berhasil menggelar kegiatan lelang kendaraan bermotor.
Lelang ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan penerimaan daerah sekaligus menciptakan efisiensi dalam pengelolaan aset yang sudah tidak digunakan.
Baca Juga: Ormas BIDIK Demo Soroti Ketimpangan Wilayah di Kabupaten Blitar
Kepala BPKAD Kabupaten Blitar, Kurdiyanto, SE.MM melalui Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah, Ahmad Saik, SE.MM, menjelaskan bahwa kegiatan ini membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Sebanyak 28 unit kendaraan berhasil terjual dengan total nilai Rp414.448.000.
"Jumlah kendaraan yang dilelang terdiri dari lima unit kendaraan roda empat, satu unit roda tiga, dan 22 unit kendaraan roda dua," ungkapnya pada Kamis (19/12/2024).
Langkah ini menjadi salah satu strategi nyata Pemerintah Kabupaten Blitar dalam memanfaatkan aset secara optimal. Selain menambah kas daerah, pelelangan kendaraan juga berfungsi untuk menciptakan efisiensi, terutama dalam biaya pemeliharaan kendaraan yang sudah tidak layak pakai.
Ahmad Saik menambahkan bahwa seluruh proses lelang dilakukan secara transparan dan akuntabel. Masyarakat yang berminat diberi akses penuh terhadap informasi kendaraan yang dilelang melalui platform resmi KPKNL.
“Informasi kendaraan yang dilelang dapat diakses melalui situs resmi www.lelang.go.id atau www.portal.lelang.go.id,” jelasnya.
Keberhasilan ini juga didukung oleh tingginya minat masyarakat terhadap aset-aset yang dilelang. Menurut Ahmad Saik, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa pelelangan semacam ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pemerintah daerah, tetapi juga bagi masyarakat umum yang membutuhkan kendaraan dengan harga yang kompetitif.
Selain itu, pelelangan ini juga mendukung langkah pemerintah daerah dalam menyeimbangkan neraca barang antara nilai buku dengan kondisi aset di lapangan.
"Pelelangan ini menjadi salah satu cara kami untuk merampingkan aset yang sudah tidak digunakan dan mengoptimalkan nilai dari aset-aset tersebut,” tambahnya.
Ahmad Saik mengungkapkan bahwa BPKAD Kabupaten Blitar sedang mempersiapkan implementasi Portal Lelang Indonesia Generasi 2. Portal ini diharapkan dapat meningkatkan akses informasi dan efisiensi dalam proses pelelangan.
Baca Juga: ADD 2026 Menurun, Kades dan Perangkat Desa se-Blitar Gelar Hearing dengan DPRD
“Dengan portal lelang generasi terbaru ini, semua informasi terkait lelang akan disampaikan secara lebih komprehensif, termasuk hasil pelelangannya,” ujarnya.
BPKAD kab Blitar lelang kendaraan. (ist)
Penyelenggaraan lelang ini tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap pengelolaan aset yang lebih baik. Menurut Ahmad Saik, pelelangan ini berhasil memberikan kontribusi yang signifikan bagi efisiensi biaya pemeliharaan aset kendaraan.
“Sebanyak 28 kendaraan yang terjual menjadi langkah konkret dalam efisiensi dan optimalisasi aset. Selain itu, hasil lelang ini menambah kas daerah lebih dari Rp400 juta, yang tentu menjadi capaian penting di akhir tahun,” jelasnya.
Ahmad Saik juga mengungkapkan rasa terima kasih atas kerja sama yang baik dengan pihak KPKNL Malang. Ia menyebutkan bahwa penyelenggaraan lelang yang transparan dan akuntabel ini tidak akan terwujud tanpa dukungan dari KPKNL sebagai mitra strategis.
Di sisi lain, pelelangan ini menunjukkan bahwa pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen untuk terus mendukung pengelolaan keuangan daerah yang efektif. Pengelolaan keuangan yang baik menjadi kunci dalam menciptakan pemerintahan yang akuntabel dan transparan.
Baca Juga: Lansia Tewas Tertabrak KA di Garum Blitar
Langkah strategis ini menjadi salah satu contoh upaya pemerintah daerah dalam menciptakan efisiensi dan mendukung pengelolaan aset yang lebih produktif.
Dengan hasil lelang yang melebihi ekspektasi, pemerintah Kabupaten Blitar berharap program ini dapat menjadi agenda rutin yang terus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi catatan penting bagi BPKAD Kabupaten Blitar, tetapi juga sebagai inspirasi bagi daerah lain untuk memanfaatkan aset daerah secara optimal. Ahmad Saik berharap, ke depannya pelelangan semacam ini dapat dilakukan lebih sering dengan cakupan yang lebih luas.
Dengan tambahan penerimaan lebih dari Rp400 juta menjelang akhir tahun, kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan Kabupaten Blitar dalam mengelola aset daerah secara profesional.
“Kami bangga dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan daerah sekaligus mendukung transparansi dalam pengelolaan aset,” tutup Ahmad Saik.(*)
Editor : Zainul Arifin