Wali Kota Ning Ita Ajak Warga Tentukan Prioritas Pembangunan dalam Musrenbang Kelurahan Kedundung 2027

avatar Eko Purbo
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menyalami warga di Kelurahan Kedundung. (ist)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menyalami warga di Kelurahan Kedundung. (ist)

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Pemerintah Kota Mojokerto mulai menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan tahun 2027. Kelurahan Kedundung menjadi salah satu wilayah yang melaksanakan agenda tersebut sebagai forum penjaringan aspirasi masyarakat, Senin (19/1/2026).

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membuka langsung Musrenbang Kelurahan Kedundung dan menegaskan pentingnya peran aktif warga dalam menentukan arah pembangunan. Menurutnya, Musrenbang merupakan wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan riil di lingkungannya.

Baca Juga: Musrenbang Miji 2027, Wali Kota Mojokerto Dorong Usulan Pembangunan Tepat Sasaran

“Musrenbang ini adalah media partisipasi masyarakat. Pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan publik dan melaksanakan pembangunan yang tepat sasaran, dan itu hanya bisa dilakukan jika masyarakat menyampaikan kebutuhannya secara langsung,” tutur Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

Dalam forum tersebut, Ning Ita menjelaskan bahwa seluruh usulan pembangunan tahun 2027 harus mengacu pada tema pembangunan Kota Mojokerto, yakni peningkatan ketahanan ekonomi dan sosial budaya melalui daya saing sektor unggulan daerah. Tema tersebut ditetapkan agar arah kebijakan pembangunan di seluruh kota selaras dengan visi pembangunan jangka menengah daerah.

Ia memaparkan, terdapat tiga fokus utama dalam tema pembangunan tersebut, yakni penguatan ketahanan ekonomi, penguatan sosial budaya, serta peningkatan daya saing sektor unggulan. Hal ini dinilai penting di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global yang turut berdampak pada perekonomian nasional.

Selain ekonomi, penguatan sosial budaya juga menjadi perhatian. Nilai gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas sosial dinilai sebagai modal utama masyarakat Kota Mojokerto untuk bertahan dan berkembang dalam berbagai situasi.

Baca Juga: Lagi, Destinasi Wisata Kota Mojokerto Susur Sungai Ngotok

Lebih lanjut, Ning Ita menyebutkan tiga sektor unggulan Kota Mojokerto yang perlu terus diperkuat, yakni sektor industri kecil menengah (IKM) seperti alas kaki, sektor industri kreatif, serta sektor jasa dan pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

Ia menekankan bahwa usulan yang disampaikan masyarakat harus disusun secara prioritas dan realistis, menyesuaikan dengan sembilan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan serta kemampuan anggaran kelurahan.

“Pilih usulan yang paling dibutuhkan dan paling prioritas bagi masyarakat. Jangan hanya banyak, tetapi harus bisa direalisasikan,” katanya.

Baca Juga: Kapolres Mojokerto Kota Sambangi Gereja, Pastikan Pengamanan Nataru Optimal

Menutup sambutannya, Ning Ita berharap Musrenbang benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang dialog antara pemerintah dan warga. Dengan partisipasi aktif masyarakat, ia optimistis pembangunan Kota Mojokerto dapat berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Silakan sampaikan kebutuhan masing-masing lingkungan, tetapi tetap mengacu pada tema dan prioritas pembangunan tahun 2027,” tutupnya.

Musrenbang Kelurahan menjadi tahapan awal perencanaan pembangunan sebelum dilanjutkan ke tingkat kecamatan hingga kota. (*)

Berita Terbaru