GRESIK | B-news.id - Pemuda sebagai motor penggerak pembangunan serta calon pemimpin di masa depan, mesti dipersiapkan sejak dini dan juga diberikan wawasan kebangsaan serta wawasan keagamaan
Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur menggandeng Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Gresik dan Lamongan. Menyelenggarakan kegiatan pada Sabtu (14/12) di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik. dengan tema “Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Upaya Pemberdayaan Sumber Daya Manusia” .
Setidaknya ada 600 kader aktif PDPM Gresik dan Lamongan yang mengikuti kegiatan tersebut. Diantaranya : penyerahan Pakaian Kerja Lapangan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Jatim, dan paparan materi dengan tema “Peran Serta Organisasi Dalam Upaya Mewujudkan Jawa Timur Bersatu Bersama Untuk Maju”.
2 pembicara sebagai nara sumber yaitu : Abdullah Sidiq Notonegoro, M.Pd.I, dosen di Universitas Muhammadiyah Gresik, Muhammad Amri Mukhtarifin SPd, MT, bendahara PDPM Gresik.
Abdullah Sidiq Notonegoro mengingatkan bahwa peran pemuda sangat sentral. Selain sebagai agen perubahan, pemuda juga merupakan agen pembangunan dan agen pembaharuan. Karena itu, khususnya aktivis Pemuda Muhammadiyah harus berani mengambil peran di depan tanpa perlu banyak menimbang untung rugi.
“Ada tiga peran pemuda, yaitu sebagai agen perubahan, agen pembangunan dan agen pembaharuan. Pemuda merupakan pemegang peran kesejarahan bangsa ini. Mulai tahun 1908, 1928, 1945, 1966, 1974, 1978, 1990 hingga 1998,” ujar Sidiq.
Baca Juga: Komitmen Lindungi Anak dan Perempuan, Khofifah Raih Penghargaan DPD Awards 2025
Abdullah Sidik sedang memberikan pemaparan. (ist)
Sedangkan Muhammad Amri Mukhtarifin lebih menekankan pentingnya organisasi untuk memiliki akses ke dalam sektor pemerintahan sehingga kebijakan yang di hasilkan adalah pro masyarakat.
Menurut Amri, ada 4 tantangan yang di hadapi pemuda, yaitu: kesenjangan sosial dan ekonomi; sumber daya yang terbatas; persaingan global, dan; transformasi digital.
Baca Juga: Muhammadiyah Gresik Punya LBH dan Advokasi Publik
“Agar dapat mengatasi permasalah itu, pemuda harus: satu, melakukan kolaborasi kegiatan dengan berbagai pihak sehingga menghasilkan kekuatan yang baik. Dua, berfokus kepada pembangunan yang berkelanjutan sehingga prosesnya berkembang dengan efektif dan efisien, Tiga, peningkatan Sumber Daya Manusia melalui program-program yang kreatif dan inovatif. Empat, pemanfaatan teknologi dan pemberdayaan masyarakat melalui program yang berkembang dan berkualitas,” ujar Amri.
Lebih lanjut bendahara PDPM Gresik itu mengingatkan pentingnya peran dan potensi pemuda, khususnya Pemuda Muhammadiyah, agar dapat menjadi mitra positif pemerintah provinsi Jawa Timur untuk mensukseskan program pembangunan daerah.
Sebagai penutup, acara dilanjut penyerahan seragam Pakaian Kerja Lapangan secara simbolik oleh tim dari Kesra Pemprov Jatim untuk 600 kader PDPM Gresik dan Lamongan. (*)
Editor : Zainul Arifin