Wacana Pasangan Abah Usman-Mas Iin, Abah Usman: Saya Patuh Keputusan DPP PKB

b-news.id leaderboard

SIDOARJO | B-news.id -Konstelasi politik terkait rivalitas mendapatkan rekom sebagai cabup dan cawabup PKB, rupanya mulai lebih mengerucut. Jika Subandi jelas-jelas diawal,--saat mendaftar di desk Pilkada PKB, memilih Mimik Idayana sebagai pasangannya untuk running ke Pilkada 2024, berbeda lagi dengan Usman dan Achmad Amir Aslichin.

Kedua kader potensial PKB yang berkhitmad kepada Nahdlatul Ulama (NU) ini, saat mendaftar di desk Pilkada PKB Sidoarjo, sama-sama sebagai Cabup. Namun dalam perjalanan seiring perkembangan politik kian dinamis di Bumi Delta ini, muncul wacana baru yang juga menjadi sebuah pengharapan masyarakat Sidoarjo. 

Di mana, Usman dan Mas Iin, sapaan putra Saiful Ilah, mantan Bupati Sidoarjo telah dipasangkan sebagai Cabup dan Cawabup. Kedua dianggap sebagai pasangan ideal. Tidak hanya membuka lebar peluang menerima mandat DPP PKB dengan segala kalkulasi kekuatan politik di Sidoarjo, sekaligus semakin mendongkrak optimisme untuk memenangkan Pilkada dihelat pada 27 Nopember 2024. 

Pemasangan dua tokoh yang merupakan kader terbaik PKB dan NU ini gambarnya mulai merebak,--menghiasi beberapa platform media soial, seperti instragram maupun aplikasi tiktok dan facebook. Juga mewarnai dibeberapa group whatsapp para pengguna aplikasi tersebut.

Ada dua gambar yang dimunculkan. Di antaranya gambar Abah Usman, sapaan ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo sebagai Cabup, dan Mas Iin sebagai Cawabup. Gambar satunya Mas Iin sebagai Cabup dan Abah Usman sebagai Cawabupnya.

Tanggapan nitizen terhadap munculnya kedua gambar itu penuh warna. Ada yang meragukan bisa terjadi, namun banyak pula yang menilai menjadi sebuah pengharapan besar masyarakat Sidoarjo untuk membangun masa depan Sidoarjo ke arah lebih baik. Mereka pun tidak mempersoalkan siapa Cabup dan Cawabupnya. 

Mengingat dua kader PKB yang berangkat dari kalangan NU ini dianggap pasangan serasi, sekaligus menjadi representasi bergabungnya dua kutub kekuatan politik di Sidoarjo; yakni kekuatan politik Bumi Sholawat dan keluarha besar Abah Saiful. 

Tidak terbantahkan kekuatan dua kutub yang berbasis kaum nahdliyin ini masih cukup dominan pengaruhnya di kancah perpolitikan di Sidoarjo. Hubungan dua kekuatan itu juga mempunyai kedekatan erat dengan Muhaimin Iskandar, Ketua DPP PKB Sidoarjo.

Dari kalkulasi politik, posisi Abah Usman, adalah satu-satunya cabup PKB menjadi pihak yang dipastikan menerima limpahan dukungan atas bergeraknya ‘bandul’ politik Bumi Sholawat, setelah kepastian tertutupnya Gus Muhdlor dalam running Pilkada 2024. Sebaliknya bandul politik Bumi Sholawat yang dipresentasikan Gus Ali, tidak mungkin menempel ke pihak yang selama ini dianggap berseberangan dengan Gus Muhdlor.

Sedangkan Mas Iin, merupakan representasi kekuatan politik keluarga besar Abah Saiful. 

Harus diakui bahwa Abah Saiful, begitu populer dengan segala sisi kiprah positifnya, meski juga ada sisi negatifnya. Namun nilai-nilai sosial dan kepedualian Abah Saiful,--semasa menjabat sebagai Wakil Bupati hingga Bupati dua periode, sulit dilupakan masyarakat Sidoarjo hingga sekarang. 

Meski kekuatan Abah Saiful, berikut kebesaran massa loyalisnya bercerai berai, namun tidak akan mengalami kendala berarti untuk kembali disatukan pada moment Pilkada 2024. Sehingga keluarga besar Abah Saiful tetap menjadi sebuah salah satu kutub kekuatan politik yang mewarnai Sidoarjo.

Abah Usman, ketika dikonfirmasi soal munculnya wacana berpasangan dengan Mas Iin, mengaku baru mengatahuinya setelah banyak mendapat kiriman gambar dari masyarakat lewat WA dan instagramnya. 

“Iya, saya banyak mendapat kiriman gambar saya berpasangan dengan Mas Iin. Saya mengapresiasi apa yang menjadi wacana maupun sebuah harapan masyarakat Sidoarjo memasangkan saya dengan Mas Iin pada Pilkada 2024” katanya, Sabtu (18/5) pagi tadi.

Lebih lanjut, Usman mengaku selama ini hubungan dirinya dengan Mas Iin baik-baik saja. Bahkan ketika mendaftar sebagai Cabup ke desk Pilkada PKB Sidoarjo, keduanya menyatakan saling mendukung. “Saya dengan Mas Iin itu sama-sama kader PKB yang berangkat dari NU. Kami saling mendukung untuk running ke Pilkada 2024,” ujarnya.

Namun terkait dengan pasangan Cabup dan Cawabup, lanjut Usman, telah menyerahkan sepenuhnya kepada partai. 

“Kembali saya tegaskan, saya ini sami’na wa ato’na. Sebagai kader, saya patuh terhadap keputusan DPP PKB. Kalau saya diberi amanah sebagai Cabup dan berpasangan dengan Mas Iin sebagai Cawabup atau sebaliknya, saya akan laksanakan sebaik mungkin dengan segala tanggungjawabnya. Ya tanggung jawab terhadap masyarakat, terhadap partai juga terhadap NU.   

Sementara Mas Iin, dalam mensikapi itu berkomentar singkat. “Nggeh...saget mawon (sangat mungkin terjadi,--red). Semuanya saya serahkan ke DPP PKB. Saya patuh yang diputuskan partai,” ujarnya. (za)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper