Polres Blitar Kota Tetapkan AF Tersangka Rojo Pati Karangtengah

Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiya  Pambudi Sukarno saat menggelar jumpa pers. (Ist)
Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiya Pambudi Sukarno saat menggelar jumpa pers. (Ist)
b-news.id leaderboard

BLITAR | B-news.id - Setelah mendalami hasil ulah TKP serta mengumpulkan beberapa alat bukti dan saksi, Kepolisian Resort (Polres) Blitar Kota, Jawa Timur, akhirnya menetapkan AF sebagai tersangka tragedi pembantaian di rumah Shelter Anjing di Jl.Sulawesi Kelurahan Karangtengah Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.

Tersangka AF (21) adalah sosok pria yang beralamat di Desa Badal Pandean Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, merupakan orang yang baru bekerja dirumah korban pengelola rumah penitipan (shalter) anjing di Kota Blitar.

Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno, S.H., S.I.K. mengungkapkan bahwa terduga pelaku AF (21) adalah warga Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, yang bekerja di rumah penampungan anjing yang dikelola korban.

Dihadapan penyidik, pelaku mengaku tega dan merasa menghabisi korban karena sakit hati kepada korban soal gaji yang tidak sesuai. Menurut pengakuan dia (pelaku), korban saat menyebarkan iklan lowongan kerja menjanjikan diberi gaji Rp 3.100.000 per bulan, namun kenyataan tidak, bahkan korban menyodorkan gaji sebesar Rp 1 juta dengan tambahan bonus sebesar Rp 250 ribu itu pun akan dibayarkan pada saat kontrak kerja selesai.

"Pelaku ini kerja sekitar satu minggu. Dari awal ketika melihat iklan tawaran kerja disampaikan gaji tiap bulan Rp3.100.000. Ketika sudah kerja disodori kontrak isinya tiga bulan kerja dan setiap bulan diberi Rp1 juta plus bonus 250 ribu yang bisa diambil setelah kontrak selesai," ungkap Kapolres Blitar kota AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno, pada press release nya Rabu 3 Januari 2024, di Mapolres Blitar Kota Jl.Panglima Sudirman.

Kapolres Blitar Kota menuturkan, karena merasa sakit hati, pelaku kemudian berniat melukai korban. Sehari sebelum kejadian, pada 29 Desember 2023, pelaku menyiapkan parang, dan pada 30 Desember 2023, pelaku melakukan aksinya.

"Modus operandinya pelaku ini melakukan penganiayaan merasa sakit hati, sehingga memutuskan menganiaya memukul memakai parang," tuturnya.

Tersangka AF saat digelabdang petugas. (Ist

Dikatakan oleh AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno, mayat korban ditemukan pada 1 Januari 2024. Berawal dari saksi yang merupakan tetangga korban mencium bau tidak sedap di rumah korban, karena curiga dengan bau tak sedap itu, saksi bersama tetangga melaporkan hal ini ke polisi.

Mendapat laporan dari masyarakat tersebut, anggota pun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saat di lokasi, pintu gerbang terkunci dari dalam, lampu rumah padam, akhirnya petugas memutuskan membuka paksa.

Dua korban ditemukan meninggal yakni Ragil Sukarno Utomo alias Sinyo (50) yang merupakan pemilik rumah penitipan (shelter) anjing, di tubuh Ragil ada tujuh luka di bagian kepala, sedangkan Luciani Santoso (53), korban lainnya, mengalami 20 luka di bagian kepala.

Korban ditemukan tergeletak di depan teras dengan posisi tengkurap dan kepala di sebelah barat. Sedangkan satu korban lainnya ditemukan di dalam ruangan dapur dengan posisi tengkurap. Bagian kepala menghadap ke timur. Keduanya sudah mulai membusuk.

AKBP Danang Setiyo Pambudi menegaskan, selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti parang, telepon seluler dan sejumlah barang bukti lainnya.

"Saat ini, AF sudah ditahan di Mapolres Blitar Kota. Ia dijerat dengan Pasal 340 KUHP diancam dengan pembunuhan dengan rencana dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun, subsider pasal 338 KUHP," pungkasnya.   (sunms)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper