KPUD Sidoarjo Gelar Sosialisasi Pemilu Tahap Kedua Bersama Pegiat LSM dan Wartawan

Salah satu naradunber saat sosialisasi Pemilu 2024 di hotel Grand Whiz Trawas Mojokerto. (foto/rizki)
Salah satu naradunber saat sosialisasi Pemilu 2024 di hotel Grand Whiz Trawas Mojokerto. (foto/rizki)
b-news.id leaderboard

MOJOKERTO | B-news.id -KPUD Sidoarjo kembali menggelar sosialisasi tahapan Pemilu 2024 yang dilaksanakan di Hotel Grand Whiz, Trawas, Kabupaten Mojokerto (22/12).

Pada sesi kedua ini, diikuti oleh sebanyak 55 orang pegiat LSM dan selebihnya 35 awak media yang belum mengikuti sosialisasi yang sebelumnya diselenggarakan di tempat yang sama pada tanggal 13-14 Desember 2023.

Ketua KPUD Sidoarjo M. Iskak,SE dalam arahan dan sambutannya berharap, sosialisasi ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada peserta mengenai arti pentingnya pelaksanaan Pemilu yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali tersebut.

“Ini adalah sosialisasi tahap kedua, dimana para peserta diharapkan dapat memiliki bekal pengetahuan dan wawasan mengenai arti pentingnya Pemilu bagi nasib bangsa lima tahun ke depan, dan rencananya KPUD Sidoarjoi akan terus mengadakan sosialisasi serupa kepada masyarakat,” kata Iskak.

Adapun pemateri pertama disampaikan oleh Ubaidilah, salah seorang akademisi dari UMSIDA yang melakukan riset atas partisipasi Pemilu 2019 silam.

“Dari hasil penelitian yang saya lakukan, ada trend kenaikan, berdasarkan pada gender, dimana kaum wanita atau “emak-emak” memiliki tingkat partisipasi politik yang cukup tinggi dibanding dengan pria, dan yang kedua trend yang sama juga ada kenaikan dari kaum disabilitas, akan tetapi ada trend penurunan terhadap partisipasi kaum muda,” kata Ubaid, sapaan akrabnya.

Ubaid menjelaskan, ada tiga tolok ukur keberhasilan sebuah Pemilu, salah satunya bebas dari money politics.

“Pemilu yang jurdil, harus bebas dari hoax, money politik dan golput, namun untuk faktor politik uang sangatlah sulit untuk dihindari, hal ini mengingat taraf pendidikan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang tidak sama,” jelas Ubaid.

Pada sesi kedua, juga tak kalah menarik disampaikan keesokan paginya (23/12) oleh pegiat demokrasi, Nanang Haromain, yang menjelaskan mengenai faktor-faktor pilihan masyarakat terhadap calon tertentu.

“Banyak faktor yang melandasi kenapa orang memilih, pertama dari faktor primordial dan yang kedua yang tak kalah pentingnya adalah faktor ekonomi, dimana calon yang bersangkutan memberikan kontribusi pada konstituennya dengan berbagai cara, misalnya pemberian sembako, pengobatan gratis, serta bantuan keuangan yang secara khusus disalurkan melalui desa-desa,” jelas Nanang.

Akan tetapi sayangnya, dalam acara sosialisasi kali ini, pihak panitia lengah terhadap “ tamu-tamu tak diundang” dimana bukan peserta namun ikut hadir, absen dan menikmati jamuan tanpa rasa malu sama sekali terhadap peserta lain yang terdaftar resmi sesuai lampiran No 1149/PP.01.1 —Und/3515/2023. (rizki) 

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper