GRESIK | B-news.id - Menekuni dunia usaha pada sektor jasa, namun semangat dalam menggelorakan olah raga pada masyarakat tidak padam, demikian obrolan dengan salah satu dewan syuro PKS Gresik, Adi Wisnugraha usai membuka turnamen tenis meja disalah satu cafe, jl Akim Kayat, Gresik.
"Saya tidak mengira. Ternyata tenis meja cukup merakyat. Tidak hanya sepak bola atau futsal dan badminton. Pesertanya cukup banyak,” ujar Adi Wisnugraha?
Tenis meja ternyata menjadi salah satu cabang olah raga merakyat dan banyak penggemarnya di kota Gresik. Ini terbukti dengan mem bludaknya peserta yang ingin daftar, namun kuota sudah tercukupi.
Pertandingan dimulai sejak Minggu pagi (3/12), total peserta turnamen tenis meja perorangan itu ada 108 orang.
Panitia sengaja membatasi peserta maksimal 108 pendaftar dengan pertimbangan waktu yang diplot hingga babak final cuma sehari dengan 4 meja pertandingan. Itu pun diproyeksikan berakhir hingga malam hari.
Menurut Didit, sapaan akrab Adi Wisnugraha, turnamen tenis meja berlabel “Adi Wisnugraha Cup” ini digelar dalam rangka kampanye dirinya pada pemilu legislatif (caleg) untuk DPRD Gresik dapul 1 ( Kebomas- Gresik).
Terlepas dari kepentingan kampanye, turnamen itu dihelat sebagai upaya memberikan ruang atau panggung kepada para penghobi tenis meja dari lintas generasi untuk meraih prestasi, meskipun skalanya tidak seperti atlet profesional. Pasalnya, olah raga ini ternyata digemari oleh warga Gresik dari segala umur. Diharapkan, turnamen itu menjadi pemantik agar warga Gresik gemar olah raga, termasuk tenis meja.
Ketua Panitia Turnamen, Johar, menambahkan, dari total sebanyak 108 peserta, mereka terbagi dalam 36 pool yang berlangsung di babak penyisihan.
Dari ke-36 pool yang dipertandingkan, masing-masing pool diambil dua terbaik (juara pool dan runner up). Setelah itu, baru diberlakukan sistem gugur hingga tinggal 4 terbaik untuk memasuki babak semifinal dan final
Juaranya diambil empat terbaik. Dengan demikian, ada juara 1, 2, 3, 3. Juara 3-nya kembar, yang merupakan peserta yang kalah di babak semifinal dan tidak dipertandingan final. Sementara dua peserta yang lolos dari babak semifinal, diadu di final sehingga muncul juaranya. Para juara mendapat trofi/piala dan uang pembinaan.
"Bukti bahwa saya menyukai olah raga tenis meja ini, di kantor saya ada ruangan dan seperangkat alat untuk tennis meja, dan saya juga pengurus dari cabang elektronik sports, dan juga main di nomer mobile legend," pungkas Didit, Rabu (6/12/2023). (rul)
Editor : Zainul Arifin