BANYUWANGI | B-news.id - Sungguh malang nasib pemuda berinisial NS (20) asal Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, harus berlebaran dibalik jeruji setelah di hajar massa, lantaran kepergok diduga hendak mencuri mobil.
Diduga pemuda kelahiran Medan 6 April 2003 ini, hendak mencuri mobil Honda Jazz bernopol P 1930 XP, milik Lestariyanto (38) warga Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, Jumat (21/4/2023) malam.
Beruntung sebelum aksi massa semakin beringas, petugas dari Polsek Bangorejo segera mendatangi lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk mengamankan terduga pelaku.
Kapolsek Bangorejo AKP Sutarkam, melalui Kanit Reskrim Polsek Bangorejo, IPDA Gatot Kukuh Suryawan menuturkan, bahwa terduga pelaku dipergoki saat tengah berada di dalam mobil yang terparkir di halaman rumah ibu korban dan awalnya dalam kondisi terkunci.
"Pelaku masuk ke dalam mobil dan duduk sambil mencet-mencet tombol yang ada di dalam mobil," kata Kanit Reskrim Polsek Bangorejo pada jurnalis B-news.id.

Satu buah unit mobil Honda Jazz turut diamankan oleh petugas sebagai barang bukti, Jumat malam. (Irw)
IPDA Gatot menambahkan, di waktu yang bersamaan, keberadaan pelaku di dalam mobil dipergoki oleh salah seorang warga yang kemudian melaporkannya kepada pemilik mobil, sontak korban segera berlari ke arah mobilnya.
"Didapati oleh korbannya, terduga pelaku sedang duduk di dalam mobil korban, kemudian pelaku dipaksa keluar, namun saat ditanya jawabannya ngelantur," ungkap IPDA Gatot.
Mendapati jawaban yang tidak jelas dari terduga pelaku, alhasil emosi warga pun terpancing dan akhirnya menghajar pelaku hingga babak belur, sebelum akhirnya diamankan ke Mapolsek Bangorejo.
Masih menurut IPDA Gatot, saat dilakukan pemeriksaan, keterangan yang diberikan oleh pelaku selalu berubah-ubah, namun hingga berita ini diturunkan pelaku masih diamankan untuk dilakukan pendalaman.
"Masih kita dalami, keterangan pelaku masih berubah-ubah, dugaan sementara pelaku mengalami depresi atau linglung," pungkasnya.
Belakangan di ketahui berdasarkan keterangan dari orang tua pelaku saat tiba di Mapolsek Bangorejo menyatakan, bahwa pelaku NS pernah kecelakaan serius.
Dan mengakibatkan trauma di kepala atau gegar otak hingga membuat NS sulit untuk diajak berkomunikasi. (irw)
Editor : Zainul Arifin