SURABAYA | B-news.id – Pimpinan DPRD Kota Surabaya mengusulkan agar korban kebakaran mendapatkan dana kerohiman. Seperti korban kebakaran yang menempati sepuluh rumah yang ludes terbakar di Jalan Kedondong Kidul II, Kelurahan/Kecamatan Tegalsari.
Dari 10 rumah yang terbakar tersebut, ada 45 warga terpaksa mengungsi dan sejak Sabtu (5/11/2022), mereka menempati sementara di gedung serbaguna RW 6. Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menyampaikan agaar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan dana kerohiman atau dana santunan kepada mereka yang menjadi korban kebakaran. Terlebih dari 14 KK yang menjadi korban kebakaran merupakan pekerja informal dan berstatus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Mereka pekerja informal sebagian besar MBR. Akibat kebakaran ini barang warga hangus semua,” ujar Reni Astuti, Sabtu (5/11/2022).
Para korban mayoritas adalah pedagang, mulai dari penjual gorengan dan kuliner lainnya. Pasca kebakaran, perlengkapan berjualan warga terbakar. Ditambahkan, pihahknya sudah meninjau kelokasi kebakaran termasuk berkunjung kelokasi pengungsian pada Sabtu (5/11/2022) malam. Hal itu dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga tertangani dengan baik.
“Kebutuhan sandang dan pangan sudah tercukupi. Dan saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman BPBD Surabaya yang terus stand by di lokasi,” terang politisi Partai Keadilan Sejahtera Kota Surabaya ini.
Pihaknya juga berharap agar Pemkot Surabaya secepatnya merealisasikan rumah tinggal baru bagi 14 KK terdampak. Alumnus magister pengembangan sumber daya manusia Unair menyebytkan bahwa kebutuhan dasar warga terdampak dapat dipastikan selesai. Termasuk 14 anak usia sekolah. Dimana bantuan peralatan sekolah dan seragam sudah telah didistribusikan.
“Terima kasih pada semua pihak yang telah turut membantu, DPRD Surabaya akan memberikan perhatian dan terus mengawal,” pungkasnya. (hum)
Editor : Zainul Arifin