Oleh: Zuhriyan Zakaria

Aksi Tanam Pohon Dalam Festival EGOIS Unisma di Dewi Sri, Jabung

avatar b-news.id
Rektor Unisma Prof Dr Maskuri Bakri NSi ikut dalam Kegiatan Aksi 10 juta Tanam Pohon Dalam Festival EGOIS Unisma di Dewi Sri, Jabung. (Ist)
Rektor Unisma Prof Dr Maskuri Bakri NSi ikut dalam Kegiatan Aksi 10 juta Tanam Pohon Dalam Festival EGOIS Unisma di Dewi Sri, Jabung. (Ist)

 Oleh : Zuhriyan Zakaria 

MALANG | B-news.id – Pagi itu begitu indah di Desa Wisata Sidorejo Jabung (DEWI SRI), sebuah tempat wisata berbasis lingkungan yang beberapa tahun terimbas dari gelombang pandemi. Keinginan bangkit lebih cepat disambut baik dengan kehadiran Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) dari Universitas Islam Malang.

Pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten, bersama Republik Gubuk mendukung penuh kegiatan pemulihan ini, dikuatkan dengan adanya festival puncak dari program swakelola dari Kemenko PMK, bertajuk Festival Etos Kerja Gotong-royong dan Integritas (EGOIS) Minggu 4 September 2022 lali.

Giat tersebut disambut dengan flast mob Tari Wayang Topeng Jabung, yang ditarikan bersama-sama oleh anggota Republik Gubuk dan ratusan mahasisawa KSM, menambah meriah dan sakralnya kegiatan ini.

Dalam gelaran itu, Bupati Malang, HM Sanusi, dalam sambutannya mengatakan jika keterlibatan aktif akademisi UNISMA di Masyarakat sangat diharapkan.

"Keterlibatan akademisi penting, karena pemerintah tidak dapat sendirian mengembangkan potensi dan tantangan di Kabupaten Malang," ungkap Bupati Malang.

Gerakan aksi tanam 10 juta pohon Unisma di Dewi Sri Jabung. (Ist) 

Sekadar informasi, tanaman buah dipilih, karena selain berfungsi sebagai penjaga ekosistem lingkungan, juga bermanfaat bagi ketersediaan makanan bervitamin di masa mendatang.

Sanusi menambahkan, Kelengkeng, rambutan, durian, alpukat, dan masih banyak lagi jenis tanaman yang disiapkan untuk ditanam dan rawat hingga bisa menghasilkan banyak manfaat.

“Malang hari ini telah berubah wajah, namun harus tetap kita ingat, ini adalah wilayah yang akan menjadi tempat hidup anak cucu kita nanti” ujar dia.

Hutan yang semakin berkurang, lanjut dia,sebagai pengalih fungsi lahan, dan dampak negarifnya sangat dirasakan dalam kurun waktu terakhir ini.

Kepedulian dan aksi nyata, menurut Sanusi, perlu digalangkan terus menerus untuk keberlangsungan alam yang stabil.

Perlu diketahui, setidaknya ada 3 manfaat menanam pohon mempunyai berbagai manfaat seperti 1) mengurangi dampak pemanasan global, 2) menyediakan pasokan oksigen untuk keberlangsungan hidup di bumi, 3) menjadi tempat tinggal untuk beragam spesies (lindungihutan.com).

Suatu kajian strategis terbaru sebagai kesiapan terhadap dampak perubahan iklim menunjukkan bahwa perluasan hutan di penjuru bumi dengan menanam lebih banyak pohon adalah ide bagus yang tak terbantahkan.

Program gerakan tanam 10 pohon oleh Unisma. (Ist) 

Namun jika tidak ditanam dengan tepat, pembuat kebijakan mungkin hanya akan membuang sumber daya dan berakibat tidak sesuai harapan, tulis sebuah riset oleh Center for International Forestry Research (CIFOR). 

Penanaman Pohon merupakan salah satu dari agenda besar Gerakan Nasional Revulusi Mental (GNRM) berupa penanman sepuluh juta pohon. Gerakan Tanam 10 Juta Pohon Upaya Indonesia Jadi Swadaya Pangan.

Salah seorang pengunjung kegiatan Festival Egois terkesan dengan kemasan acaranya yang komplit mulai dari bazar, pentas seni, diskusi, hingga penganugrahan penghargaan para program terbaik.

Sementara itu, Rektor UNISMA Prof Dr Maskuri, Bakri MSI merespon dengan penuh semangat. “Unisma siap bermitra secara aktif dan berkelanjutan," sambut pria yang juga tokoh NU itu.

Setelah membuka acara dan memberangkatkan rombongan masyarakat, dalam kegiatan Jelajah Desa Sidorejo, proses penanaman pohon buah dilakukan langsung oleh Bupati Malang dan Rektor Unisma. (adv/inu)

Berita Terbaru