DPRD Surabaya Berharap Bantuan 25 Ribu Pelajar MBR Dioptimalkan

avatar b-news.id
Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono. (Ist)
Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono. (Ist)

SURABAYA | B-news.id – DPRD Kota Surabaya berharap Pemkot Surabaya memaksimalkan serapan anggaran bantuan pelajar MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) untuk 25 ribu pelajar. Agar alokasi anggaran yang sudah diplot tersebut bisa terserap maksimal. 

Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutawijono mengatakan dewan dan Pemkot Surabaya sudah menuntaskan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2023. Dimana dalam KUA PPAS sudah disepakati menaikkan target pendapatan Pemkot Surabaya sebesar Rp 500 miliar. 

“Besaran ini merupakan revisi dari target sebelumnya, senilai Rp1 triliun," kata Adi Sutarwijono, Senin (15/08/2022).

Dari kenaikan target itu, akan dialokasikan untuk kesejahteraan warga Surabaya yang disesuaikan dengan visi dan misi wali kota. Mulai dari pembangunan kampuing, penambahan jalan umum (PJU), bedah rumah dan lain-lain. Termasuk untuk bidang pendidikan, dialokasikannya pemberian seragam gratis pelajar SD dan SMP negeri maupun swasta dari keluarga MBR.

Untuk, pemberian bantuan penunjang pendidikan kepada siswa SMA/SMK negeri maupun swasta dari MBR,dikatakan setiap pelajar MBR mendapatkan bantuan Rp 200 ribu tiap bulan. Bantuan diberikan hingga siswa MBR tersebut lulus sekolah. Mengenai mekanisme pemberian bantuan akan diserahkan langsung kepada penerima yakni siswa MBR, 

Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta kepada Pemkot Surabaya untuk menambah jumlah mahasiswa penerima bantuan pendidikan di Surabaya sebanyak 5.000 orang. Tujuannya agar cakupan penerima manfaat tersebut semakin luas. 

DPRD Kota Surabaya dan pemkot Surabaya juga sudah menyepakati dialihkannya pengelolaan bantuan pendidikan dari Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga dan Pariwisata (Disbudporapar) kepada Bagian Pemerintahan dan Kesra Pemkot Surabaya. Hal ini untuk mempermudah pendataan yang nantinya akan melibatkan RT, RW, lurah, camat dan tokoh masyarakat.

“Kami berharap penyerapan bantuan pendidikan maksimal, sehingga angka 25 ribu pelajar SMA dan SMK negeri maupun swasta dari keluarga MBR itu bisa semaksimal mungkin,” tegasnya.

Seperti diketahui alokasi sebanyak 25 ribu pelajar SMA/SMK negeri maupun swasta dari keluarga MBR di Kota Surabaya, Jawa Timur, akan mendapatkan bantuan pendidikan senilai Rp 200 ribu tiap bulan. Dengan pelibatan pendataan keluarga MBR melalui RT/RW, tokoh masyarakat, lurah maupun camat harapannya pendataan bisa maksimal dan akurat seperti kondisi sebenarnya di lapangan. (hum)

Berita Terbaru