BLITAR | B-news.id - Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Toha Mashuri menegaskan bahwa, penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang pada hewan ternak tidak akan menular pada manusia, bahkan bakterinya akan mati pada suhu 70 drajat celsius. Hal ini sampaikannya kepada wartawan diruang kerjanya Jum'at (29/7/2022).
Toha Mashuri mengatakan sampai saat ini wabah PMK yang menyerang hewan ternak belum berakhir, oleh karena itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat pemilik hewan peternak terus mewaspadai adanya gejala PMK yang menyerang hewan ternak peliharaannya.
"Kalau ada gejala ternaknya terindikasi terkena PMK segera menghubungi satgas PMK terdekat atau atau poskeswan, dan masyarakat tidak perlu khawatir akan tertular virus PMK ini, karena PMK tidak akan menular pada manusia, bahkan virus ini akan mati pada suhu 70 drajat celsius, " kata Kadisnakkan.
Dijelaskan oleh Kadisnakkan, sampai saat ini ada 22 ekor hewan ternak yang dilaporkan ke Dinas Peternakan.
"Sampai saat ini ada 22 ekor sapi yang dilaporkan kepada Dinas Peternakan, jumlah ini apakah sama persis yang terjadi di lapangan, saya tidak tau, bisa saja masyarakat yang hewan ternak nya mati enggan untuk melapor, mungkin bisa saja terjadi seperti itu, yang jelas yang dilaporkan secara resmi jumlahnya 22 ekor,"ungkap Toha Mashuri.
Lebih lanjut Toha Mashuri menyampaikan, pihaknya telah mengusulkan bagi peternak yang hewan ternaknya mati bisa memperoleh bantuan dari pemerintah.
"Saya sudah mengajukan bagi pemilik ternak yang hewan ternaknya mati terkena PMK untuk memperoleh bantuan, dengan syarat ternak yang mati itu ada visumnya dari dokter Hewan, dan kapan turunnya bantuan itu saya belum bisa memastikan, ya kita tunggu saja, "pungkasnya. (sunyoto)
Editor : Redaksi