Kasipidum Bangkalan Berpindah Tugas ke Kejari Brebes

avatar Cholis
Kasipidum Bangkalan Hendrik di Pindah Tugaskan Ke Brebes Sebagai Kasi Intel. (foto: cholis)
Kasipidum Bangkalan Hendrik di Pindah Tugaskan Ke Brebes Sebagai Kasi Intel. (foto: cholis)

BANGKALAN | B-news.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan resmi melepas Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) yang selama ini dikenal tegas dan profesional, Bang Hendrik, Senin (9/2/2026).

Pria energik yang dikenal ramah ini kini mendapatkan amanah baru sebagai Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Baca Juga: Pemkab Bangkalan Gandeng Kejari Optimalkan Pendapatan Pajak

Acara pelepasan digelar secara sederhana namun khidmat di Kantor Kejari Bangkalan. Pejabat lama tersebut disambut hangat oleh jajaran Kejari, staf, serta sejumlah rekan jurnalis yang selama ini menjalin hubungan baik dengannya.

Bang Hendrik dikenal mudah ditemui dan terbuka, membangun komunikasi yang hangat dengan berbagai pihak, mulai dari kolega hingga masyarakat umum.

Selama bertugas di Bangkalan, Hendrik menuturkan, ia banyak mengalami dinamika yang melampaui sekadar rutinitas pekerjaan. Lingkungan kerja yang awalnya formal perlahan berubah menjadi ruang kebersamaan, persahabatan, dan kekeluargaan.

“Awalnya tidak mudah. Saya harus belajar banyak hal, termasuk memahami budaya dan kearifan lokal Madura, khususnya di Bangkalan,” ujarnya.

Bang Hendrik menambahkan, adaptasi itu dijalani melalui komunikasi terbuka, memperbanyak relasi, dan membangun kepercayaan masyarakat. Pendekatan ini membantunya memahami karakter lokal sekaligus diterima dengan baik oleh masyarakat dan rekan kerja.

Selama masa tugasnya, Hendrik menangani sejumlah kasus yang menyita perhatian publik. Di antaranya kasus perkelahian Hasan dan Wardi di Tanjung Bumi, kasus pencabulan santri oleh oknum kiai di Socah, hingga pembunuhan mahasiswi UTM di Galis.

“Dari berbagai kasus itu saya banyak belajar. Madura punya keragaman, kearifan lokal, sekaligus tantangan yang tidak selalu ditemui di daerah lain,” ungkapnya.

Meski berat meninggalkan Bangkalan, Hendrik menegaskan bahwa penugasan baru adalah bentuk kepercayaan negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Amanah ini harus saya jalani. Apapun tantangan di tempat baru nanti, kita wajib memberikan yang terbaik,” tegasnya.

Di akhir masa tugas, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukungnya dan memohon maaf apabila selama bertugas terdapat kekhilafan.

“Semoga komunikasi dan rasa kekeluargaan tetap terjaga. Mudah-mudahan kita bisa dipertemukan kembali dalam keadaan yang lebih baik dan berbahagia,” pungkas Bang Hendrik.(*)

Berita Terbaru