Pimpin Upacara HUT RI ke-80, Ning Ita : Kedaulatan Kunci Indonesia Emas

Reporter : Eko Purbo
Usai lakukan upacara HUT Kemerdekaan, Wali Kota dan jajaran Forkopimda Kota Mojokerto.(ist)

KOTA MOJOKERTO | B-news.id - Upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Mojokerto digelar di Gelora A. Yani, Minggu (17/8).

Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Forkopimda, serta diikuti ratusan ASN, TNI, Polri, hingga pelajar.

Baca juga: Wujudkan Pengadaan Transparan, Pemkot Mojokerto Teken Kontrak Payung ATK Kertas di Tahun 2026

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan pesan reflektif mengenai makna kemerdekaan dan perjalanan menuju Indonesia Emas 2045. Pesan tersebut disampaikan usai pelaksanaan upacara.

Sosok yang akrab disapa Ning Ita tersebut menuturkan bahwa 80 tahun usia kemerdekaan merupakan momentum penting untuk meneguhkan kedaulatan bangsa di berbagai bidang.

“Dengan tema 'Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju', kita merefleksikan diri bahwa hanya tinggal 20 tahun lagi menuju Indonesia Emas. Itu bukanlah waktu yang singkat, tetapi juga bukan perjalanan yang panjang. Di usia ke-80 ini, kita harus semakin menyadari bahwa kedaulatan di berbagai sektor merupakan hal utama yang harus kita kuatkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kedaulatan bangsa tidak hanya dalam aspek politik, tetapi juga mencakup sektor pangan, energi, pertahanan, dan keamanan.

Baca juga: Lagi, Destinasi Wisata Kota Mojokerto Susur Sungai Ngotok

Wali kota dan Wawali Kota Mojokerto foto bersama jajaran Forkopimda Kota Mojokerto dan anggota Paskibraka. (ist)

Dengan kekayaan sumber daya dan keberagaman yang dimiliki, Indonesia diyakini mampu menjadi negara besar yang benar-benar berdaulat di mata dunia.

“Sejatinya, Indonesia adalah negara besar dengan kebhinekaan sebagai kekuatan. Maka dari itu, kita harus mampu menjaga dan memperkuat kedaulatan di segala bidang demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

Baca juga: Wali Kota Mojokerto Dorong Generasi Muda Adaptif Hadapi Disrupsi Digital

Sebagai rangkaian acara, turut dimeriahkan penampilan Tari Rancak Bhineka oleh 100 pelajar SMP se-Kota Mojokerto yang mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.

Selain itu, pada momen ini juga dilakukan pemberian Remisi Umum kepada warga binaan Lapas Kelas IIB Mojokerto.

Sebanyak 69 warga binaan yang berdomisili di Kota Mojokerto memperoleh pengurangan masa hukuman sebagai bentuk apresiasi atas sikap baik selama menjalani pembinaan. (*)

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru