GRESIK | B-news.id - Desakan ekonomi yang menghimpit bagi warga masyarakat yang ada di desa, dengan sangat terpaksa mereka mengadu nasib ke kota untuk mencari kerja apa saja asal bisa mampu bertahan hidup.
Bahkan dengan sangat terpaksa harus hidup di kamar kos yang sempit dan pengap demi menghemat pengeluaran. Mungkin kurang nya pendidikan umum, pendidikan agama, sehingga kejadian ini nyata.
Baca juga: Polisi Cilik SDN 4 Petrokimia Gresik Juara 3 Kapolres Cup 2025
Jelita Cahayani (20) gadis cantik kelahiran Bojonegoro, pemegang KTP Kabupaten Lamongan, setelah mencoba mencari pekerjaan kesana kemari, dan diterima bekerja di pabrik Langgeng Buana, Jl Veteran, Gresik.
Karena tidak mempunyai sanak saudara, dia terpaksa tinggal di kamar kost yang pengap dan sempit di kawasan Desa Kedanyang, berjarak sekitar 2 KM dari pabrik tersebut.
Senin (21/4) dini hari sekitar jam 00.30 di areal pabrik yang kerja malam ( shift 3) , Eka Adriani ( saksi pelapor) mengajak teman cewek untuk buang air kecil di dalam lingkungan pabrik, yang kebetulan hanya ada 2 bilik saja.
Karena pengguna kamar mandi ada beberapa, maka mereka antri, namun ada keanehan di salah satu bilik kamar mandi hingga 30 menit pengguna belum keluar, begitu ada yang keluar dari kamar mandi, yaitu seorang cewek membawa bungkusan kresek hitam dimasukkan dalam bajunya, dan segera di buang di tempat sampah didalam areal pabrik tersebut.
Baca juga: Kapolda Jatim Resmikan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Gresik
Mendapati sesuatu yang ganjil, beberapa pekerja wanita segera mencari tas kresek yang baru di buang, dan mendapati ternyata ada bayi perempuan yang baru dilahirkan dan kondisi sudah mati.
Segera pekerja wanita tadi melaporkan pada security, selanjutnya laporan di teruskan ke pihak polisi, dan polisi segera mendatangi lokasi kejadian.
Baca juga: Polisi Amankan Pelaku Penusukan Sopir Truk di SPBU Bunder Gresik
Kapolsek Kebomas, Kompol Gatot Setyo yang dikonfirmasi terkait adanya pekerja pabrik melahirkan di kamar mandi pabrik dan bayinya sempat di buang ke tempat sampah, membenarkan kejadian tersebut.
"Kami, setelah menerima laporan dari pihak security perusahaan, segera mengirimkan anggota ke lokasi kejadian di dalam pabrik, selanjutnya membawa bayi yang sudah meninggal ke RS Ibnu Sina untuk di visum, selanjutnya kami serahkan ke unit PPA Polres Gresik," jelas Kapolsek Kebomas, Kompol Gatot Setyo. Selasa (22/4). (*)
Editor : Zainul Arifin