Wali Kota Syauqul Muhibbin Membuka Konsultasi Publik RPJMD Kota Blitar 2025-2030

Reporter : Sunyoto
Wali Kota Blitar, Sysuhul Muhibbib menghadiri acara Konsultasi Publik RPJMD 2025-2030.(ist)

BLITAR | B-news.id - Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, bersama Wakil Wali Kota Elim Tyu Samba, secara resmi membuka acara Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Blitar 2025-2030 dan Musrenbang RKPD Kota Blitar tahun 2026.

Acara ini digelar pada Kamis, 13 Maret 2025, di Balai Kusuma Wicitro, Kota Blitar.

Baca juga: Blitar Menenun Kebhinnekaan di Jalan Sehat HAB ke-80: 20 Ribu Warga Melangkah dalam Damai

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ketua dan Wakil Ketua DPRD, perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Timur Achmad Rizal, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, akademisi, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat sipil.

Dalam sambutannya, Wali Kota Syauqul Muhibbin menegaskan bahwa RPJMD bukan sekadar dokumen administratif, melainkan juga refleksi dari aspirasi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

“RPJMD bukan hanya dokumen administratif, tetapi juga cerminan aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak sangat diperlukan agar pembangunan Kota Blitar dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan dan harapan warga, menuju Blitar Kota Baru dengan BTC (Blitar Trade Center)-nya,” ujar Syauqul.

Konsultasi publik ini menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan serta masukan terkait dengan prioritas pembangunan dalam lima tahun ke depan.

Beberapa isu strategis yang menjadi perhatian dalam forum ini mencakup peningkatan infrastruktur, penguatan ekonomi kreatif, pengelolaan lingkungan, serta pengembangan sektor pendidikan dan kesehatan.

Isu-isu ini dianggap sebagai elemen kunci dalam menciptakan pertumbuhan kota yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono, menyampaikan bahwa hasil dari konsultasi ini akan menjadi pertimbangan dalam penyusunan RPJMD.

“Kami akan merangkum seluruh aspirasi masyarakat dan memastikan bahwa kebijakan pembangunan benar-benar berbasis kebutuhan warga. Dengan demikian, pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tri Iman juga menyoroti perlunya pendekatan inovatif dalam perencanaan pembangunan. Menurutnya, Kota Blitar perlu mengadopsi model pembangunan yang adaptif terhadap perubahan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai aspek pelayanan publik.

“Kami ingin memastikan bahwa Blitar tidak hanya berkembang dari sisi fisik, tetapi juga mampu menjadi kota yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Baca juga: Wali Kota Blitar Syauqul Muhibin Pimpin Rakor Percepatan Pembangunan Gerai dan Gudang KKMP di 21 Kelurahan

Salah satu peserta dari kalangan akademisi, Ahmad Saidu, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Blitar dalam membuka ruang dialog yang transparan.

Menurutnya, konsultasi publik semacam ini penting agar kebijakan yang diambil tidak bersifat top-down, melainkan juga mencerminkan aspirasi masyarakat.

“Ini langkah positif agar kebijakan yang diambil tidak hanya berasal dari pemerintah saja, tetapi juga berdasarkan keinginan masyarakat. Dengan adanya forum seperti ini, kita bisa bersama-sama merumuskan strategi pembangunan yang lebih inklusif dan inovatif,” ujarnya.

Selain akademisi, tokoh masyarakat juga menyampaikan harapan mereka terhadap pembangunan Kota Blitar. Beberapa peserta menyoroti pentingnya pembangunan berbasis potensi lokal, seperti penguatan sektor ekonomi kreatif dan UMKM.

Mereka berharap agar pemerintah memberikan perhatian lebih pada pemberdayaan pelaku usaha kecil agar mereka dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Isu lingkungan juga menjadi perhatian dalam konsultasi ini. Beberapa peserta menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang lebih efektif serta upaya penghijauan kota.

Baca juga: Wawali Kota Blitar Elim Tyu Samba: 100 Persen Warga Kota Blitar Terdaftar Peserta JKN

Mereka berharap agar kebijakan yang disusun dalam RPJMD nantinya mencakup langkah-langkah konkret untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mengatasi permasalahan perubahan iklim yang berdampak pada kehidupan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Wali Kota Syauqul Muhibbin menegaskan bahwa masukan dari masyarakat akan menjadi landasan utama dalam menyusun kebijakan pembangunan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan kota.

“Kami ingin membangun Blitar bersama-sama. Kota ini adalah milik kita semua, dan setiap langkah pembangunan harus melibatkan partisipasi aktif dari warganya,” tegasnya.

Dengan terlaksananya konsultasi publik ini, diharapkan Kota Blitar dapat menyusun strategi pembangunan yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

Proses perencanaan yang melibatkan berbagai pihak ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran, sehingga Blitar bisa berkembang menjadi kota yang maju dan sejahtera bagi seluruh warganya. (kmfkota/adv)

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru