KABUPATEN BLITAR | B-news.id - Bupati Blitar Rini Syarifah memberikan apresiasi penuh kepada nelayan Desa Tambakrejo Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar yang hari ini Selasa, 23 Juli 2024 melaksanakan ritual tradisi petik Laut.
Acara ritual tradisi petik Laut ini, dilakukan oleh nelayan Desa Tambakrejo setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kekayaan alam, seperti hasil ikan di laut, hasil bumi melimpah yang mampu mencukupi hajat hidup masyarakat Desa Tambakrejo dan sekitarnya.
Baca juga: Sedekah Bumi Plandirejo: Doa yang Menyatu dengan Tanah, Jejak Leluhur yang Menjadi Wisata Jiwa
Kegiatan tradisi petik Laut itu, dihadiri, Bupati Blitar Rini Syarifah yang di wakili oleh Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Eko Susanto, S.T., M.Si. Wakil ADM KPH Blitar, Mayor TNI Hari Subagio, selaku wakil dari Danlanal Malang, Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Kepala dan perwakilan OPD yang ada di lingkup Pemerintah Kabupaten Blitar, Forkompincam, Kepala Desa serta para undangan yang hadir.
Bupati Blitar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Eko Susanto, S.T, M.Si. mengatakan, kami sangat mengapresiasi kepada warga masyarakat dan nelayan di Pantai Tambakrejo dan semua yang telah mendukung kegiatan ini.
"Luar biasa, dan tradisi ini harus terus dilestarikan.Karena Petik Laut merupakan tradisi maritim yang telah dilestarikan oleh masyarakat pesisir selama berabad-abad," ujarnya.
“Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil laut yang melimpah ruah. Selain itu, juga menjadi momen untuk memohon keselamatan dan kelancaran bagi para nelayan dalam melaut mencari nafkah. Untuk itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya Petik Laut,” ungkap Eko Susanto.
"Beberapa waktu lalu kita mengadakan acara petik Laut di Jolosutro, hari ini kegiatan serupa di pantai Tambakrejo.Ini salah satu kebanggaan kita.Semoga melalui tradisi petik Laut ini pantai pantai yang ada di Kabupaten Blitar bisa dikenal banyak orang, menjadi kunjungan wisata favorit, sehingga turut meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata," kata Kadis Peternakan Perikanan dan Kelautan.
Dikatakan oleh Eko Susanto, sumberdaya perikanan ini masih sangat perlu untuk dioptimalkan. "Untuk itu saya minta antara nelayan dengan perangkat daerah terkait, ada kolaborasi," katanya.
Baca juga: Pemkab Blitar Akan Serahkan SK kepada 1.720 P3K Paruh Waktu pada 19 Desember 2025
Pada kesempatan ini Eko Susanto berpesan, agar semuanya menjaga laut dari kerusakan dan mengingatkan akan pentingnya menjaga laut agar tetap bersih dengan cara membuang sampah pada tempatnya. Tidak merusak terumbu karang dan kegiatan lain yang bisa merusak ekosistem laut.
"Saya berharap tidak hanya para pecinta alam yang aktif melakukan penanaman di sekitar pantai, namun kita semua harus saling kompak menjaga alam agar tetap lestari," ucapnya.
Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap terjadinya bencana alam.
"Artinya kita harus siaga bencana, mengingat daerah kita ini daerah rawan yang rawan bencana," pungkasnya.
Baca juga: DPUPR Kabupaten Blitar Dorong Proyek Infrastruktur Tepat Waktu dan Berkelanjutan
Sementara itu Kepala Desa Tambakrejo Surani mengatakan, bahwa acara ini sudah menjadi tradisi dan nelayan desa tambakrejo menggelar rutinan ini dengan labuh laut atau yang biasa disebut (Petik laut) ketika memasuki pertengahan suro dalam penanggalan jawa.
"Ritual ditandai dengan melarung sesaji di laut. Tradisi turun temurun ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta agar para nelayan mendapatkan berkah dan keselamatan," kata Surani.
Surani menambahkan, ritual larung sesaji ini sebagai bentuk tolak balak untuk meredam ganasnya ombak laut selatan yang sering menelan korban jiwa.
Ritual larung sesaji diawali dengan prosesi acara kenduri yang dipimpin oleh sesepuh desa setempat dan diikuti oleh para nelayan Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Berbagai macam uborampe sesaji dipersiapkan seperti kepala kambing dan gunungan tumpeng yang berisi hasil bumi. (kmfkab/sun)
Editor : Zainul Arifin