KABUPATEN MOJOKERTO | B-news.id - Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto digelar dalam rangka penyampaian Nota Penjelasan Bupati atas Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) PAPBD Tahun Anggaran 2023 di ruang Graha Wichesa kantor DPRD Kabupaten Mojokerto, Senin (7/8) pagi.
Ainy Zuroh memimpin langsung Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto dengan agenda Penyampaian Nota Penjelasan Rancangan KUA PPAS yang disampaikan oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.
Dalam rapat tersebut Bupati Ikfina menyampaikan susunan perubahan KUA dan PPAS tahun anggaran 2023 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah, yang dijabarkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negri (Permendagri) Nomor 77 Tahun 2020 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan daerah, bahwa pemerintah daerah dapat melakukan perubahan APBD apabila terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA.
"Karena keadaan yang menyebabkan harus dilakukannya perubahan atau pergeseran anggaran antar organisasi, antar unit organisasi, antar program, antar kegiatan dan antar jenis belanja. Dan ini menyebabkan saldo anggaran lebih dari tahun sebelumnya dan harus dipergunakan dalam tahun berjalan, serta sebab keadaan darurat atau kejadian luar biasa," jelas Ikfina.
Dalam pelaksanaan APBD tahun 2023 sampai dengan pertengahan tahun, terjadi banyak perkembangan dinamika baik dibidang politik, sosial maupun ekonomi yang berdampak langsung ataupun tidak langsung terhadap Kabupaten Mojokerto.
Terutama akan dilaksanakannya Pilkada serentak tahun 2024, dimana sesuai dengan Permendagri Nomor 54 tahun 2019 tentang pendanaan kegiatan Pilkada. Pemda harus menyiapkan 40% anggaran Pilkada pada tahun anggaran 2023.
"Kenyataan yang demikian yang perlu direspon dengan kebijakan yang tepat agar tidak mengganggu pembangunan di Kabupaten Mojokerto. Karenanya diperlukan adanya penyesuaian asumsi pada kebijakan umum APBD (KUA) tahun 2023," terangnya.
Berikut ini perincian perubahan pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2023.
Pertama, pendapatan daerah APBD tahun anggaran 2023, semula ditetapkan sebesar 2 triliun 506 miliar 313 juta 27 ribu 404 rupiah berubah menjadi sebesar 2 triliun 578 miliar 468 juta 866 ribu 48 rupiah atau mengalami kenaikan sebesar 72 miliar 155 juta 138 ribu 584 rupiah.
Adapun besarnya tambahan pendapatan daerah tersebut didapat dari, pendapatan asli daerah yang semula ditetapkan sebesar 632 miliar 842 juta 772 ribu 807 rupiah atau mengalami perubahan menjadi sebesar 673 miliar 662 juta 919 ribu 222 rupiah atau mengalami kenaikan sebesar 40 miliar 820 juta 146 ribu 415 rupiah yang terdiri dari :
1. Pajak Daerah yang semula ditetapkan sebesar 395 miliar 677 juta 500 ribu rupiah diproyeksikan menjadi sebesar 391 miliar 174 juta 190 ribu 20 rupiah atau mengalami penurunan sebesar 4 miliar 503 juta 309 ribu 980 rupiah.
2. Retribusi Daerah yang semula ditetapkan sebesar 42 miliar 854 juta 603 ribu 325 rupiah diproyeksikan menjadi sebesar 37 miliar 804 juta 816 ribu 399 rupiah atau malah terjadi penurunan sebesar 5 miliar 49 juta 786 ribu 926 rupiah.
3. Hasil Pengelolaan Daerah yang Dipisahkan, semula ditetapkan sebesar 6 miliar 66 juta 892 ribu 600 rupiah yang diproyeksikan menjadi sebesar 10 miliar 417 juta 837 ribu 280 rupiah atau mengalami kenaikan sebesar 4 miliar 350 juta 944 ribu 680 rupiah.
4. Lain lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah, dimana semula ditetapkan sebesar 188 miliar 243 juta 776 ribu 882 rupiah, diproyeksikan menjadi sebesar 234 miliar 266 juta 75 ribu 523 rupiah atau mengalami kenaikan sebesar 46 miliar 22 juta 298 ribu 641 rupiah.
Yang kelima yaitu Pendapatan Transfer yang semula ditetapkan sebesar 1 triliun 873 miliar 470 juta 954 ribu 657 rupiah, mengalami perubahan menjadi sebesar 1 triliun 904 miliar 805 juta 946 ribu 826 rupiah atau bertambah sebesar 31 miliar 334 juta 992 ribu 169 rupiah, yang terdiri dari :
1. Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat yang semula ditetapkan sebesar 1 triliun 712 miliar 407 juta 707 ribu 520 rupiah menjadi sebesar 1 triliun 719 miliar 845 juta 684 ribu 116 rupiah atau mengalami kenaikan sebesar 7 miliar 437 juta 976 ribu 596 rupiah.
2. Pendapatan Transfer Antar Daerah yang semula ditetapkan sebesar 161 miliar 63 juta 247 ribu 137 rupiah dan diproyeksikan menjadi sebesar 184 miliar 960 juta 262 ribu 710 rupiah atau mengalami kenaikan sebesar 23 miliar 897 juta 15 ribu 573 rupiah.
Kedua, Belanja Daerah pada APBD tahun anggaran 2023 yang semula ditetapkan sebesar 2 triliun 706 miliar 223 juta 707 ribu 844 rupiah berubah menjadi sebesar 2 triliun 933 miliar 704 juta 321 ribu 33 rupiah atau mengalami perubahan kenaikan sebesar 227 miliar 480 juta 613 ribu 189 rupiah. Kebutuhan Derah jika dibandingkan dengan Pendapatan Daerah terjadi defisit sebesar 355 miliar 235 juta 454 ribu 985 rupiah, defisit tersebut akan ditutup dari pembiayaan netto.
Ketiga, Pembiayaan Daerah, dalam komponen penerimaan pembiayaan ini silpa tahun anggaran 2022 hasil audit BPK sebesar 426 miliar 235 juta 454 ribu 985 rupiah dikurangi pengeluaran pembiayaan sebesar 71 miliar yang digunakan untuk pembentukan dana cadangan. Pembentukan dana cadangan itu sebesar 55 miliar dan penyertaan modal pada perusahaan daerah air minum Kabupaten Mojokerto sebesar 13 miliar dan penyertaan modal PT. BPR Majatama sebesar 3 miliar dan selebihnya digunakan untuk menutup defisit anggaran sebesar 355 miliar 235 juta 454 ribu 985 rupiah.
"Hari ini saya menyerahkan rancangan perubahan kebijakan umum APBD dan perubahan prioritas plafon anggaran sementara tahun 2023 untuk didiskusikan dan dibahas oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan tim anggaran pemerintah daerah. Tentunya dengan pembahasan ini dapat tercapai kesepakatan bersama antara eksekutif dan legislatif dalam waktu yang tidak terlalu lama," pungkasnya. (eko)
Editor : Zainul Arifin