Diduga Depresi, Pria Asal Banyuwangi Ini Nekad Gantung Diri di Kamarnya

b-news.id
Kepolisian sektor Genteng bersama keluarga korban melakukan pemeriksaan luar pada tubuh korban (ist)

BANYUWANGI | B-news.id - Diduga akibat depresi dengan biaya pengobatan sang ibu, pria lajang asal Genteng nekat gantung diri dengan sehelai kaos lengan panjang berwarna biru, sehari menjelang lebaran.

M.Chairul Zulfa (31) pertama kali diketemukan oleh ayah korban, sudah dalam kondisi tergantung di ventilasi kamarnya di Dusun Krajan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Jumat (21/4/2023).

Menurut pengakuan ayah korban, Jajang Purwanto (58) sekitar pukul 04.00 dirinya bersama korban baru saja pulang menunggui ibu korban yang sedang Opname di Rumah Sakit, sesampainya di rumah keduanya langsung beristirahat dikamar masing-masing.

"Sekitar jam 05.30 WIB saya mendengar suara dari arah kamar anak saya, setelah saya check ternyata Chairul sudah menggantung di ventilasi jendela," ungkapnya. 

Ilustrasi M.Chairul Zulfa (31) ditemukan menggantung di ventilasi jendela kamarnya, Jumat (21/4/2023) sekira jam 05.30 WIB  (ist) 

Mendapati anaknya tewas dalam kondisi menggantung dengan kain menambat di lehernya, seketika Jajang berteriak minta tolong hingga mengundang tetangga sekitar berdatangan.

Sementara Kapolsek Genteng, Kompol Sudarmaji, SH, MH kepada awak media membeberkan fakta bahwa korban diduga melakukan aksi bunuh diri akibat depresi memikirkan biaya pengobatan sang ibu yang sedang dirawat di rumah sakit.

"Perkiraan penyebab atau motif korban gantung diri menurut pengakuan adik korban, diduga akibat depresi memikirkan biaya ibunya di rumah sakit dan akan menjalani operasi," ucap Kapolsek Genteng

Menurut Kompol Sudarmaji, saat dilakukan pemeriksaan tak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban, terdapat bekas jerat dibagian leher disertai keluarnya cairan dari kemaluan dan dubur korban, namun pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi.

"Pihak keluarga korban tadi membuat surat pernyataan bahwa keluarga menolak untuk dilakukan autopsi sebab telah mengikhlaskan kematian korban, selanjutnya korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan," beber Kompol Sudarmaji.

Selain melakukan pemeriksaan Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengambil keterangan saksi-saksi, Kompol Sudarmaji menambahkan pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa sehelai kaos panjang berwarna biru.

"Kita lakukan pemeriksaan dan meminta keterangan saksi-saksi yang ada di TKP, kemudian korban kita bawa ke RSUD Genteng untuk dilakukan visum et repertum dan kita amankan barang bukti berupa sobekan kaos panjang berwarna biru," pungkasnya. (irw)

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru