Penangkapan Bupati Bangkalan Oleh KPK Ditanggapi Pro Kontra Masyarakat Bangkalan

b-news.id
Ajudan Bupati Bangkalan berinisial E saat menghadiri dalam sebuah kegiatan. (Ist)

 BANGKALAN | B-news.id - Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan dilanjutkan dengan penetapan sebagai tersangka terhadap Bupati Bangkalan Ra Latif  Amin Imron berserta 5 Kadis Kepala Dinas lainnya   dengan memakan waktu kurang lebih 1 bulan, 

Akhirnya Rabu 7/12 /2022 ( KPK) Komisi Pemberantasan Korupsi melalukan Penahanan terhadap  Bupati Bangkalan Ra Latif Amin Imron  beserta 5 Kepala Dinas  atas sangkaan diduga melakukan lelang atau  jual beli jabatan 

Sebagaimana kita ketahui penggeledahan dalam kasus ini di mulai dari ruang kerja Bupati Bangkalan, ruang Kerja Wakil Bupati , ruang kerja Sekda ,rumah Dinas Bupati dan rumah pribadi  Bupati Bangkalan dan dilanjutkan ke ruang Kerja Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Pemkab Bangkalan  dan rumah pribadi kepala Dindag Pemkab Bangkalan  

Selain 5  Kantor Kepala Dinas yang  di geledah, Kantor DPRD Kabupaten Bangkalan juga tidak luput dari penggeledahan team KPK.

Aksi penggeledahan KPK di Kabupaten Bangkalan ini tentu  mendapat berbagai respon serta  apresasi di berbagai kalangan masyarakat di Pulau Madura  baik yang pro maupun kontra terutama bagi warga Bangkalan. 

Di antaranya yang menjadi kontra tanda tanya dan misteri  sampai saat ini adalah, dugaan adanya dalang atau  aktor utama dalam dugaan jual beli jabatan yang belum tersentuh hukum atau belum ditetapkan sebagai tersangka  oleh KPK.  

Namun  KPK secepat kilat sudah menyematkan status  tersangka  dan  melakukan pencekalan Kepada Bupati serta lima Kepala Dinas lainnya , hanya diduga berdasarkan pengakuan dari si ajudan berinisial E. 

Yang menjadi pertanyaan di benak masyrakat si ajudan tersebut  sampai saat ini belum juga di tetapkan sebagai tersangka. "Ini kan janggal, bisa juga permintaan dana itu  inisiatif dari  ajudannya  tanpa  sepengetahuan Bupati, " papar sumber di kantor Pemkab Bangkalan. 

Sementara Ajudan Bupati Bangkalan berinisial E ketika mau dikonfirmasi, beberapa waktu lalu, terkait kasus yang membelit Bupati Bangkalan dan Lima Kepala Dinas  tidak ada ditempat menurut staf humas lagi tugas diluar, dilain tempat  Penyidik KPK sampai saat berita ini ditayangkan belum bisa dihubungi. (clis) 

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru