Ketua DPRD Surabaya Jelaskan Alasan Pindah Pinjaman dari Bank Jatim ke PT SMI Rp5,6 Triliun untuk Proyek Strategis

avatar Moh. Rizal Alzahari
Ketua DPRD kota Surabaya, D. Adi Sudarwijono. (Foto: rizal/B-news.id)
Ketua DPRD kota Surabaya, D. Adi Sudarwijono. (Foto: rizal/B-news.id)

SURABAYA | B-news.id  - Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, menjelaskan alasan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminjam dana sebesar Rp5,6 triliun ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk mendukung pembangunan proyek-proyek strategis tahun 2026 yang bernilai besar dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Baca Juga: Kasus Anak di Bawah Umur di Cafe Black Owl, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Minta Dibentuk Tim Gabungan

Dalam wawancara di ruang kerjanya, Rabu (5/11/2025), Adi menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pembiayaan jangka menengah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tanpa membebani APBD murni.

“Pinjaman itu untuk proyek-proyek strategis berskala besar, bukan untuk kegiatan rutin. Dan sifatnya hanya bila memang dibutuhkan saat pelaksanaan proyek,” ujar Adi.

Adi juga mengungkapkan alasan Pemkot berpindah dari Bank Jatim ke PT SMI, yakni karena mekanisme dan skema pembiayaan yang lebih fleksibel, meskipun bunga di PT SMI mencapai 6,5 persen per tahun.

“Kalau sebelumnya pinjaman di Bank Jatim sekitar Rp450 miliar, sekarang di PT SMI jumlahnya Rp5,6 triliun. Bunga di PT SMI memang sekitar 6,5 persen, tetapi skema pembayarannya lebih ringan dan bisa diatur sesuai tahap proyek,” terangnya.

Terkait Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Pemkot Surabaya yang mencapai Rp234 miliar, Adi menegaskan bahwa dana tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk membiayai proyek berskala besar yang bersifat multiyears.

Baca Juga: Dua Proyek Mangkrak Diputus Kontrak, Komisi D Tekankan BPJS Ketenagakerjaan

“Silpa itu hasil efisiensi dan tidak bisa langsung dipakai untuk proyek jangka panjang. Maka pinjaman ini diperlukan agar pembangunan tetap berlanjut tanpa menunggu APBD tahun berikutnya,” tegas Ketua DPRD Surabaya itu.

Sementara itu, mengutip sumber dari media lain, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Irvan Widyanto, menyebut bahwa kerja sama dengan PT SMI merupakan bentuk pembiayaan kreatif daerah yang diarahkan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan.

“PT SMI adalah lembaga di bawah Kementerian Keuangan yang memberikan pembiayaan infrastruktur daerah dengan pengawasan ketat. Meskipun bunga 6,5 persen, skema pembayarannya bisa disesuaikan dengan kemampuan daerah dan jadwal proyek,” ujar Irvan.

Irvan menambahkan, dana tersebut akan digunakan untuk mendanai pembangunan infrastruktur jalan utama, revitalisasi fasilitas publik, peningkatan sistem drainase, serta layanan pendidikan dan kesehatan di wilayah prioritas kota.

Baca Juga: APBD Surabaya 2026 Disahkan, Mampukah Target Ambisius Pemkot Tercapai?

“Kami ingin memastikan proyek-proyek strategis Surabaya tetap berjalan lancar dan memberi dampak langsung bagi warga,” tutupnya.(*)

 

 

Berita Terbaru