Wawancara Khusus

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Dorong Pendekatan Humanis ke Ormas Tak Terdaftar

avatar Redaksi
Ketua Komisi A DPRD kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. (Foto: rizal / B-news.id)
Ketua Komisi A DPRD kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. (Foto: rizal / B-news.id)

SURABAYA | B-news.id - Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menegaskan pentingnya langkah proaktif dan pendekatan yang lebih humanis dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terhadap organisasi kemasyarakatan (ormas) yang belum terdaftar di Pemerintah Kota Surabaya.

Hal itu disampaikan Yona dalam wawancara khusus seusai rapat kerja (hearing) antara Komisi A DPRD Surabaya dan Bakesbangpol, Kamis (16/10/2025), di Gedung DPRD Kota Surabaya.

Baca Juga: Aduan Warga Apartemen Bale Hinggil ke Komisi A DPRD Surabaya Masih Sebatas Rekomendasi

Menurut Yona, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak ormas yang aktif menyuarakan aspirasi masyarakat, namun belum terdaftar secara resmi di Bakesbangpol. Kondisi tersebut perlu direspons dengan pendekatan dialog dan pembinaan, bukan pembatasan.

 “Pendekatan kita bukan melarang atau membungkam. Justru kami ingin Bakesbangpol lebih proaktif mendekati ormas yang belum terdaftar, mendengar langsung aspirasi mereka. Kalau komunikasi dibangun sejak awal, potensi gesekan bisa dihindari,” ujar Yona.

Ia menekankan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin undang-undang. Karena itu, pemerintah perlu hadir sebagai fasilitator, bukan sekadar pengawas.

Baca Juga: Ulang Tahun ke-49 Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yoga Bagus Widyatmoko Disambut Hangat Seisi Kantor

 “Masyarakat punya hak menyampaikan pendapat di muka umum, itu dijamin undang-undang. Tapi yang lebih penting, Bakesbangpol harus tahu apa yang ingin disampaikan, agar bisa bersikap preventif dan responsif,” jelasnya.

Yona juga menilai, langkah turun langsung ke lapangan akan membuat dialog antara pemerintah dan ormas menjadi lebih kondusif, terbuka, dan familiar.

Baca Juga: Cahyo Siwo Utomo Dorong Investigasi Titik Rawan Bencana, Komisi A Belum Rencanakan Sidak Resmi

 “Kalau dibangun hubungan yang akrab, aspirasi bisa disampaikan tanpa ketegangan. Ini bukan sekadar pembinaan, tapi membangun kepercayaan,” tambahnya.

Dalam hearing tersebut, Komisi A juga mendorong Bakesbangpol memperkuat fungsi intelijen sosial sebagai upaya deteksi dini terhadap isu-isu yang berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat, sekaligus menjaga kondusivitas Kota Surabaya menjelang tahun politik.(rizal)

Berita Terbaru